Sekolah Rakyat
7.000 Orang Daftar Sekolah Rakyat
Penerimaan siswa dalam program Sekolah Rakyat haruslah berasal dari keluarga miskin ekstrem dan miskin.
Tujuan dilakukan home visit adalah untuk memastikan bahwa calon peserta didik yang berasal dari golongan desil 1 (keluarga dengan kondisi ekonomi paling rendah) benar-benar layak dan membutuhkan bantuan pendidikan ini.
Hal ini juga untuk mencegah adanya praktik "titipan" atau pendaftar yang tidak memenuhi kriteria ekonomi. “Kemudian pada saat wawancara nanti juga akan dipastikan mereka dapat menempuh pendidikan ini karena mereka harus mendapatkan izin dari orang tuanya masing-masing untuk tinggal di asrama. Meskipun demikian, orang tua juga dipersilakan kalau akan mengunjungi anaknya di asrama tersebut kapan saja,” katanya.
Pengumuman resmi mengenai daftar peserta didik yang dinyatakan diterima dalam program ini akan disampaikan pada tanggal 28 Mei 2025.
Baca juga: Pemerintah Buka Sekolah Rakyat, Rekrutmen Guru Mulai April 2025, Ini Syaratnya
Peserta didik yang dinyatakan diterima akan melakukan registrasi ulang dan akan dipanggil untuk memulai program pendidikan pada tanggal 14 Juli 2025.
7 Ribu Pendaftar
Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan bahwa pendaftaran peserta didik baru untuk Sekolah Rakyat resmi ditutup pada Senin (19/5). Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Agus Zainal Arifin mengatakan, total lebih dari 7.000 calon siswa telah mendaftar.
"Penerimaan peserta didik baru sudah dimulai dan sebetulnya hari ini sudah ditutup, ini sudah mencapai 7.000 sekian," kata Zainal.
Setelah proses pendaftaran, tahapan berikutnya adalah penetapan calon peserta didik oleh pemerintah daerah."Kemudian dilakukan penetapan calon peserta didik oleh daerah dan pengumuman calon peserta didik," ujar Zainal.
Agus menjelaskan, tahapan berikutnya mencakup pemeriksaan kesehatan, kunjungan rumah (home visit), dan wawancara, yang akan dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi.
Baca juga: Penggerak Sekolah Rakyat Yuguru Desak Pemerintah Perhatikan Anak-anak Nduga Papua Pegunungan
"Nanti tanggal 21 Mei akan dilaksanakan tes kesehatan, kemudian ada home visit dan wawancara, home visit nanti sama uji adalah satu tim dari Kemensos juga, dari BPS juga ada, Kemendikbud dan berbagai anggota tim lain, untuk memastikan bahwa peserta didik tersebut memang layak," ucapnya.
Dia menjelaskan, dalam proses seleksi peserta, yang utama adalah kelengkapan administrasi dan bukan kemampuan akademik. "Seleksinya diutamakan hanya pada administrasi saja, tidak pada kecerdasan atau kemampuan akademik. Termasuk kalau mungkin IQ-nya hanya misalnya 80 pun tidak masalah, itu harus diterima," ungkap Agus.
Namun, terdapat pengecualian dalam seleksi calon siswa terkait aspek kesehatan, khususnya anak-anak dengan penyakit menular, akan dirujuk untuk perawatan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan.
"Mungkin seleksi yang agak beda sedikit adalah tentang kesehatan, karena memang jangan sampai ada yang punya penyakit menular, kemudian sekolah di sini, bukan ditolak menurut arahan Presiden Prabowo (Subianto) agar dijadikan perawatan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan," ungkap Agus. (Tribun Network/fer/grc/wly)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Komisi-X-DPR-Bahas-Sekolah-Rakyat.jpg)