Sabtu, 25 April 2026

Opini

Opini: Kopi Timor di Kabupaten Belu, Warisan yang Belum Terangkat

Kopi Timor, yang terkenal karena keunikan rasa dan kualitasnya, sebenarnya adalah salah satu warisan alam yang telah ada di wilayah ini..

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-PARADOX
ILUSTRASI 

Oleh: Martin Loi 
Alumni Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang

POS-KUPANG.COM - Kabupaten Belu, yang terletak di bagian timur Nusa Tenggara Timur memiliki sejarah panjang terkait kopi. 

Kopi Timor, yang terkenal karena keunikan rasa dan kualitasnya, sebenarnya adalah salah satu warisan alam yang telah ada di wilayah ini sejak ratusan tahun lalu. 

Meskipun demikian, hingga kini, potensi kopi Timor di Belu masih belum terangkat sepenuhnya dan belum mendapatkan perhatian yang layak.

Sejarah Kopi Timor di Kabupaten Belu

Sejak abad ke-19, Belu sudah dikenal sebagai daerah yang cocok untuk pertanian kopi. Pada awalnya, kopi Timor ditanam oleh petani lokal dalam skala kecil, dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumsi lokal dan sedikit dipasarkan di sekitar wilayah Nusa Tenggara.

Pada tahun 1980-an, pemerintah mulai memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kopi sebagai sumber pendapatan daerah. 

Namun, upaya tersebut terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan akses pasar yang tidak memadai. 

Walaupun demikian, rasa kopi Timor yang khas, dengan aroma rempah yang kuat dan keseimbangan rasa yang unik, tetap menjaga daya tariknya di pasar lokal.

Produksi Kopi Timor di Kabupaten Belu

Kopi Timor di Kabupaten Belu umumnya ditanam di kawasan dataran tinggi, seperti Kecamatan Lamaknen, Lamaknen selatan, Tasifeto Timur, Nanaet Duabesi dan sebagian Raimanuk.

Setiap tahun  Kabupaten Belu menghasilkan sekitar 1.000 hingga 2.000 ton kopi mentah yang sebagian besar dipasarkan ke luar daerah dan pasar lokal.

Sebagian besar petani kopi di Belu masih menggunakan metode pertanian tradisional, di mana mereka mengolah kopi dengan cara yang sederhana. 

Meskipun demikian, kualitas kopi yang dihasilkan tidak kalah dengan kopi dari daerah lain di Indonesia.

Kopi Timor memiliki rasa yang khas, dengan bodi penuh dan asam rendah, membuatnya menjadi favorit di kalangan penikmat kopi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved