Opini

Opini: Paus Baru, Cahaya Baru Dunia

Paus Leo XIV dikenal karena pendiriannya yang konservatif terhadap doktrin tradisional dan praktik liturgi. 

Editor: Dion DB Putra
TANGKAPAN LAYAR YT CNBCTV18
PAUS LEO MEMBERIKAN BERKAT - Paus Leo XIV memberi berkat kepada umat saat memimpin Doa Regina Caeli atau Ratu Surga di Basilika Santo Petrus Vatikan pada pukul 12.00 waktu Vatikan, Minggu 11 Mei 2025. 

Oleh: Inosensius Enryco Mokos
Alumni STFK Ledalero Maumere, Sikka

POS-KUPANG.COM - Habemus Papam! Gereja Katolik baru saja memiliki sosok Paus yang baru. 

Kardinal Robert Francis Prevost (AS), seorang tokoh yang dikenal karena pandangan konservatifnya yang dipadukan dengan pemikiran progresif, terpilih sebagai Paus baru dengan nama Leo XIV.

Pemilihan ini bukan sekadar transisi kepemimpinan, melainkan juga menjadi simbol harapan baru bagi Gereja Katolik yang tengah menghadapi tantangan zaman. 

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: apa yang membuat Kardinal Robert Prevost menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Gereja Katolik di era modern ini? 

Bagaimana pandangan konservatif dan progresifnya akan mempengaruhi arah Gereja ke depan? 

Apa saja langkah-langkah yang akan dia ambil sebagai Paus Leo XIV untuk mengatasi krisis global, memperkuat peran Gereja dalam masyarakat kontemporer, dan menyambut Tahun Yubileum dengan penuh makna? 

Esai ini akan menjelajahi sepak terjang Kardinal Robert Prevost, pemikirannya yang khas, serta visinya untuk Gereja Katolik di masa depan, sekaligus menggali harapan dan tantangan yang akan dihadapi dalam memimpin komunitas Katolik sedunia.

Pengharapan akan Perubahan dan Tantangan Gereja

Konklaf Gereja Katolik baru-baru ini mencapai puncaknya dengan terpilihnya Kardinal Robert Prevost sebagai Paus Leo XIV, yang menandai momen penting dalam sejarah Gereja.

Kardinal Robert Prevost, sekarang Paus Leo XIV, berasal dari keluarga Katolik yang taat, dengan latar belakang akademis yang kuat di bidang teologi dan filsafat. 

Karirnya di Gereja ditandai dengan komitmen mendalam terhadap tradisi dan penjangkauan penuh kasih. 

Sebagai seorang kardinal, ia dikenal karena pendekatan pastoralnya, yang menyeimbangkan penegakan doktrin dengan kesadaran yang tinggi terhadap isu-isu sosial kontemporer.

Paus Leo XIV dikenal karena pendiriannya yang konservatif terhadap doktrin tradisional dan praktik liturgi. 

Beliau menekankan pentingnya menjaga landasan teologis Gereja, menganjurkan penggunaan Misa Tridentin secara berkelanjutan dan menjunjung kesucian hidup sejak pembuahan hingga kematian. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved