Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 6 Mei 2025, "Lapar Makanan Rohani dan Haus Kebenaran"

Manusia membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada dua kebutuhan utama manusia yang mesti dijaga kesimbangannya

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
LAPAR MAKANAN ROHANI DAN HAUS KEBENARAN
(Kis 7:51-8:1a; Mzm 31:3cd-4.6ab.7b.17.21ab; Yoh 6:30-35)

"Akulah Roti hidup! Barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." (Yoh 6:35).

Manusia membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada dua kebutuhan utama manusia yang mesti dijaga kesimbangannya ialah kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohaninya.

Manusia beriman butuh makanan rohani untuk kehidupan jiwanya. Jika kebutuhan spiritual ini tidak terpenuhi maka ia pasti kelaparan makanan rohani dan dahaga  kebenaran pun menimpa dirinya. Makanan rohani bagi orang Katolik: doa, baca Kitab Suci (refleksi dan syering),  Ekaristi: Tubuh dan Darah Tuhan.

Ada pengecualian untuk penerimaan Tubuh Tuhan. Jika ada halangan berjuanglah dengan segenap kekuatan akal budimu untuk membereskan penghalang Anda agar bisa kembali menerima Tubuh Tuhan. Tak sedikit orang pada masa kini yang terjebak dalam kelaparan dan kehausan rohani.

Kelimpahan materi yang menyebar di mana-mana tidak menjamin keutuhan kebutuhan hidup manusia. Ketika Tuhan Yesus mengajar tentang, "Roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari Surga dan yang memberi hidup kepada dunia," maka kata mereka kepada-Nya, "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." (Yoh 6:33-34).

Kebutuhan rohani tak bisa diabaikan begitu saja. Jika benar kelalaian itu hampir bersifat tetap maka kejahatan seperti: pembunuhan, korupsi, iri hati dan dendam sudah pasti akrab dengan manusia beriman itu. Santo Stefanus martir perdana mati terbunuh karena dituduh secara palsu menghujat Musa dan Allah.

Kematian Stefanus ini dibenarkan oleh Saulus sebelum bertobat menjadi Paulus. Stefanus di hadapan Mahkamah Agama/Sanhedrin mengingatkan para pemuka Yahudi, "Hai orang-orang yang keras kepala, yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu." (Kis 7:51).

Peringatan Stefanus disambut keras pula oleh mereka dengan gertakkan gigi, ia diseret lalu dilempari dengan batu sampai mati.

Sebelum meninggal Stefanus berdoa mohon pengampunan atas kejahatan mereka, "Tuhan jangan tanggungkan dosa ini atas mereka." (Kis 7:60).

Berhadapan dengan kenyataan yang menimpa Stefanus Pemazmur pun bermasadah, "Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Tetapi aku percaya kepada Tuhan, aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu." (Mzm 31:6ab.7b.8a).

Tuhan ada dan tersembunyi dalam kebaikan. Dalam keburukkan, rekayasa-manipulatif, dan kejahatan selalu saja ada iblis di dalamnya.

Beberapa hal penting: *Kerajaan Allah senantiasa terbuka bagi siapa pun yang bertobat, atau lahir ulang melalui air dan Roh Kudus. Daya kekudusan ini membuat kita boleh berkembang dalam rahmat dan tidak merasakan kekurangan apa pun dalam kemurahan  Allah Bapa melalui Kristus.

*Sebagai martir perdana, Stefanus hidup benar, suci dan selalu mewartakan Yesus Kristus. *Persembahan hidup karena kebenaran iman selalu membawa kegembiraan yang abadi.

*Dalam dan melalui para kudus misteri-misteri surgawi, Tuhan hadirkan untuk membarui hidup kita. Sebab oleh kuasa kasih Allah tubuh fana kita dimampukan untuk gapai kemuliaan kebangkitan yang abadi dalam Kristus Yesus. *Mari rawat hidup dan kebutuhan rohani kita.

Selamat beraktifitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Pekan III Paskah/C, 060525)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved