Ijazah Jokowi

Pengamat Sebut Isu Ijazah Palsu Bertujuan Pisahkan Jokowi-Prabowo, Perlemah Posisi Tawar Gibran

Karyono Wibowo menilai munculnya kembali isu ijazah palsu Jokowi merupakan bagian dari residu kepentingan politik.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
BONI HARGENS - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens menilai maraknya tuduhan terhadap Jokowi, terutama isu ijazah palsu, memiliki tujuan politis yang lebih besar. 

Roy Suryo dengan tegas menyatakan bahwa laporan tersebut adalah bagian dari upayanya dan rekan-rekannya untuk menegakkan kebenaran. 

"Kami berempat menggunakan teknologi canggih untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi. Jika ini disebut penghasutan, silakan diproses, masyarakat bisa menilai," ujar Roy Suryo dalam wawancara singkat setelah pelaporan. 

Reaksinya menunjukkan keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari pencarian fakta, bukan fitnah.

Ahli forensik digital, Rismon Sianipar mengatakan bahwa ia tidak akan mundur dari analisis ilmiah yang telah dilakukannya terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. 

Rismon menegaskan, "Saya tidak akan lari satu milimeter pun. Semua yang saya analisis dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan bahkan diuji oleh ahli forensik Bareskrim Polri."

Baca juga: Jokowi Pamer Ijazah ke Wartawan, TPPU Gugat Lewat Keterbukaan Informasi Publik

Pernyataan ini semakin mempertegas bahwa ia siap menghadapi konsekuensi hukum tanpa rasa takut.

Reaksi yang cukup kontroversial datang dari Dokter Tifa.

Melalui akun media sosialnya @DokterTifa, ia menulis, "Saya dilaporkan? BAGUS." Pernyataan itu menandakan bahwa dia tidak merasa gentar dengan pelaporan tersebut. 

Dokter Tifa yang sebelumnya mengkritik Jokowi soal transparansi ijazah, menegaskan bahwa ia akan terus menagih janji Jokowi untuk memperlihatkan ijazah asli di pengadilan.

"Mau saya tagih janji Jokowi, sesumbarnya hanya mau memperlihatkan IJAZAH ASLI DI depan pengadilan!," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah, belum memberikan komentar. (Tribunnews.com/nuryanti/fersianus waku/alfarizy ajie fadhillah)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved