Ijazah Jokowi
Pengamat Sebut Isu Ijazah Palsu Bertujuan Pisahkan Jokowi-Prabowo, Perlemah Posisi Tawar Gibran
Karyono Wibowo menilai munculnya kembali isu ijazah palsu Jokowi merupakan bagian dari residu kepentingan politik.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diduga memiliki ijazah sarjana palsu yang diperoleh dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Isu ijazah palsu Jokowi muncul setelah Pemilu 2024, dan kini semakin masif.
Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai munculnya kembali isu ijazah palsu Jokowi merupakan bagian dari residu kepentingan politik.
Menurutnya tidak sedikit kelompok yang memang membenci Jokowi sejak awal, bahkan jauh sebelum jadi presiden.
"Ya pembacaan saya, ini efek dari residu kepentingan politik dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo."
"Mengingat haters Pak Jokowi ini memang kerap membidiknya," ungkap Karyono Wibowo dalam diskusi bertajuk "Langkah Hukum Jokowi, Pelajaran Berdemokrasi" di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Karyono mengatakan kelompok yang sejak lama tidak menyukai Jokowi tampak terus merawat isu ini meskipun Pilpres telah selesai.
“Bisa jadi tujuannya untuk memisahkan kedekatan Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo, bisa jadi juga untuk menciptakan disabilitas politik, atau bisa jadi juga ada motif untuk kepentingan politik 2029,” jelasnya.
Baca juga: Buntut Tudingan Ijazah Palsu, Jokowi Polisikan Empat Orang, Siapkan 15 Pengacara
Sementara, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengatakan, maraknya tuduhan terhadap Jokowi, terutama isu ijazah palsu, memiliki tujuan politis yang lebih besar.
Boni Hargens menyebut, serangan terhadap Jokowi dilakukan untuk melemahkan daya tawar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Pilpres 2029.
"Pak Jokowi ini kan sudah pensiun lah ya. Tetapi terus disudutkan, sebetulnya ada kepentingan besar di balik semua ini," ujar Boni Hargens dalam keterangannya, Kamis.
Menurut Boni Hargens, kelompok-kelompok tersebut memiliki agenda politik lebih besar daripada sekadar tuduhan ijazah palsu.
"Sebetulnya ada kepentingan besar. Kepentingan besar ini apa? Ada kelompok yang tidak ingin Mas Wapres Gibran itu stabil apalagi makin kuat di dalam posisinya sebagai wakil presiden," jelasnya.
Selain itu, ia mengklaim bahwa mereka sudah mulai melirik jatah calon wakil presiden (cawapres) di 2029.
"Ada kelompok yang sudah melirik jabatan wakil presiden di 2029. Sehingga, tentu saja mereka sekarang bekerja untuk menghancurkan Jokowi dalam rangka melemahkan posisi tawar dari Mas Wapres Gibran di dalam kancah politik ini menuju 2029," tambah Boni Hargens.
Baca juga: Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Menyesatkan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.