Opini

Opini: Suanggi dan Sihir dari Perspektif Gravitasi

Begitu pula, meskipun tidak terukur, sihir dipercaya memiliki pengaruh signifikan dalam kehidupan manusia. 

|
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Yoseph Yoneta Motong Wuwur 

Oleh: Yoseph Yoneta Motong Wuwur
Warga Lembata, NTT

POS-KUPANG.COM - Sihir dan suanggi adalah konsep yang sering dikaitkan dengan dunia gaib dalam berbagai budaya. 

Sihir dianggap sebagai kekuatan supernatural yang dapat mengubah tatanan dunia, sementara suanggi digambarkan sebagai roh atau makhluk halus yang memengaruhi kehidupan manusia. 

Meskipun bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern, keduanya tetap hadir dalam tradisi dan mitos masyarakat sebagai cara untuk menjelaskan fenomena alam yang sulit dipahami secara rasional.

Namun, jika kita melihat fenomena ini melalui lensa ilmiah, khususnya gaya gravitasi, kita dapat menggali hubungan antara kekuatan tak terlihat seperti sihir dan suanggi dengan hukum alam yang nyata. 

Gravitasi, meskipun tidak tampak, mengatur interaksi antara benda-benda di alam semesta dan memiliki dampak besar terhadap segala sesuatu. 

Dengan pendekatan ini, kita dapat membuka wawasan baru mengenai bagaimana masyarakat mengaitkan kekuatan gaib dengan hukum alam yang tak terlihat namun berpengaruh.

Kekuatan Tak Terlihat yang Mengatur Dunia

Sihir sering dianggap sebagai kekuatan yang dapat mempengaruhi peristiwa atau mengubah keadaan tanpa interaksi fisik yang jelas, mirip dengan gravitasi yang meskipun tak tampak, memiliki pengaruh besar terhadap segala sesuatu di alam semesta. 

Meskipun sihir tidak dapat dijelaskan secara ilmiah, dampaknya tetap dirasakan dalam banyak peristiwa, sama halnya dengan gravitasi yang mengatur pergerakan benda langit tanpa dapat dilihat.

Gravitasi, sebagai gaya fundamental, mengatur interaksi antara massa dan energi di alam semesta, memberikan dampak besar meskipun tak terlihat. 

Begitu pula, meskipun tidak terukur, sihir dipercaya memiliki pengaruh signifikan dalam kehidupan manusia. 

Keduanya memiliki kesamaan dalam memberikan dampak yang nyata meskipun tidak tampak oleh mata manusia.

Melihat sihir melalui perspektif gravitasi membuka kemungkinan bahwa fenomena "gaib" dalam kehidupan manusia bisa jadi merupakan bagian dari interaksi tak tampak dalam sistem yang lebih besar. 

Dengan cara ini, kita dapat mulai memandang sihir sebagai manifestasi dari hukum alam yang belum sepenuhnya dipahami, mirip dengan bagaimana gravitasi memengaruhi pergerakan benda di alam semesta.

Makhluk Halus sebagai Bentuk Energi Tersembunyi

Suanggi, dalam kepercayaan masyarakat tertentu, digambarkan sebagai orang yang menggunakan kekuatan makhluk halus, atau makhluk halus yang mampu mempengaruhi kehidupan manusia melalui cara yang tidak tampak. 

Dalam konteks gravitasi, kita bisa membayangkan bahwa suanggi adalah bentuk energi tersembunyi yang berinteraksi dengan dunia fisik manusia, meski tidak dapat dilihat atau diukur dengan peralatan ilmiah.

Gravitasi juga bekerja secara tak terlihat, namun dapat memengaruhi benda-benda dengan cara yang sangat nyata, seperti tarikan bumi terhadap segala sesuatu yang ada di permukaannya. 

Dalam cara yang sama, suanggi bisa dipahami sebagai entitas energi yang memengaruhi kehidupan manusia melalui cara yang tidak sepenuhnya dimengerti. 

Hal ini membuat suanggi dan gravitasi dapat dipandang sebagai kekuatan yang bekerja di dimensi yang tidak terlihat, namun nyata pengaruhnya.

Dalam konsep fisika modern, energi tidak diciptakan maupun dihancurkan, hanya dapat dipindahkan atau diubah bentuknya. 

Dengan perspektif ini, kita bisa melihat suanggi sebagai bentuk energi yang mungkin berasal dari sumber yang lebih tinggi, atau bahkan dari interaksi antara makhluk hidup dan energi alam semesta. 

Sama halnya dengan bagaimana gravitasi bekerja tanpa terdeteksi namun tetap memberikan dampak nyata terhadap segala sesuatu.

Suanggi, meskipun tidak dapat diukur secara ilmiah, bisa dianggap sebagai manifestasi dari fenomena energi yang tidak sepenuhnya dimengerti. 

Seperti halnya gravitasi yang tidak tampak namun jelas dampaknya, suanggi berperan sebagai kekuatan yang bekerja dalam dimensi lain yang tidak sepenuhnya dapat diakses oleh manusia.

Gaya Gravitasi, Persepsi Manusia dan Kekuatan Gaib

Kepercayaan terhadap sihir dan suanggi berkembang di tengah ketidakpastian dan ketidakmampuan untuk menjelaskan fenomena alam yang belum dipahami. 

Dalam hal ini, gravitasi bisa dijadikan analogi untuk memahami bagaimana manusia merasakan dan menginterpretasi kekuatan tak tampak. 

Meskipun gaya gravitasi tidak dapat dilihat, efeknya begitu kuat dan jelas dalam kehidupan sehari-hari.

Kita tidak dapat melihat gravitasi, namun kita merasakannya setiap saat. Begitu juga dengan pengaruh sihir dan suanggi dalam budaya. 

Meski keduanya dianggap sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak, efeknya bisa dirasakan dalam banyak aspek kehidupan, seperti perasaan takut atau perubahan dalam keadaan fisik atau mental seseorang. 

Kekuatan ini, seperti gravitasi, suanggi bekerja pada tingkat yang lebih dalam dan tidak selalu dapat dijelaskan dengan logika.

Dalam cara yang serupa, manusia sering kali mencari penjelasan bagi fenomena yang mereka tidak mengerti. 

Ketika peristiwa-peristiwa tak terjelaskan terjadi, kepercayaan terhadap sihir atau suanggi muncul sebagai cara untuk memahami dan memberi makna. 

Dalam perspektif ini, sihir dan suanggi bisa dianggap sebagai representasi dari keinginan manusia untuk memahami kekuatan alam yang tidak tampak, mirip dengan bagaimana kita memahami gravitasi.

Mengaitkan sihir dan suanggi dengan gravitasi menunjukkan bahwa kekuatan tak terlihat, baik dalam dunia fisik maupun spiritual, memiliki pengaruh besar terhadap eksistensi kita.

Meskipun tidak terjelaskan sepenuhnya, efeknya nyata dan terus memengaruhi kehidupan manusia. 

Dalam hal ini, gravitasi dan kekuatan gaib menjadi dua sisi dari koin yang sama: kekuatan yang tidak terlihat namun sangat berpengaruh.

Suanggi, Sihir, dan Gravitasi

Penyelidikan ilmiah terhadap gaya gravitasi telah membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana alam semesta bekerja. 

Namun, fenomena seperti sihir dan suanggi mengingatkan kita bahwa tidak semua hal dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. 

Ada dimensi yang lebih dalam, dalam kehidupan manusia yang masih tetap menjadi misteri, meskipun kita telah memiliki pemahaman ilmiah yang lebih baik tentang dunia ini.

Menyandingkan sihir dan suanggi dengan gaya gravitasi bukan berarti mengabaikan kenyataan bahwa keduanya adalah bagian dari kepercayaan dan budaya. 

Namun, dengan melihatnya dalam perspektif gaya gravitasi, kita dapat memperoleh wawasan baru tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan kekuatan yang tidak tampak namun tetap berpengaruh. 

Gravitasi memberikan dasar ilmiah, sementara sihir dan suanggi memberikan makna budaya bagi kekuatan tersebut.

Melalui pendekatan ini, kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan kepercayaan dapat berjalan berdampingan. 

Ilmu pengetahuan memberikan penjelasan rasional terhadap fenomena yang ada, sementara kepercayaan memberikan dimensi tambahan bagi kehidupan manusia yang tidak selalu dapat dijelaskan oleh logika. 

Dalam hal ini, sihir dan suanggi mengundang kita untuk berpikir lebih dalam tentang hubungan antara manusia, alam semesta, dan kekuatan-kekuatan yang tidak tampak.

Pada akhirnya, meskipun dapat membuktikan secara ilmiah bahwa sihir atau suanggi benar-benar ada, kita bisa memahami bahwa mereka adalah bagian dari cara manusia mencari makna dan pengertian. 

Sama seperti gravitasi yang tak tampak namun memengaruhi segala sesuatu, kekuatan gaib ini berperan dalam menciptakan persepsi dan makna dalam kehidupan kita. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved