Paskah 2025

Pawai Paskah di Kupang Berhenti Sejenak Doakan Paus Fransiskus

Setelah beredar berita wafatnya Paus Fransiskus di Roma-Italia, secara mendadak Pawai Paskah di Kupag dihentikan dan peserta diminta hening sejenak

|
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
TITIK FINISH - Suasana kemeriahan di titik finish Pawai Paskah GMIT Kota Kupang, Senin (21/4/2025) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pawai Paskah Pemuda GMIT di Kota Kupang berlangsung ramai dan semarak. Namun, setelah beredarnya berita wafatnya Paus Fransiskus di Roma-Italia, secara mendadak pawai dihentikan dan para peserta diminta hening sejenak. 

Pengumuman meninggalnya Paus Fransiskus yang berusia 88 tahun itu disampaikan Kardinal Kevin Farrell. “Pukul 7.35 pagi ini, Uskup Roma, Paus Fransiskus, kembali ke rumah Bapa.

Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya,” kata Kardinal Kevin Ferrell.

Baca juga: Gubernur Melki Ajak Umat Katolik Teruskan Kehidupan Paus Fransiskus Perhatikan Orang Terpinggirkan

Seorang anggota panitia yang meminta seluruh peserta pawai berhenti sejenak untuk mendoakan keselamatan arwah Paus Fransiskus. Secara berlahan, musik rohani pawai yang mengiringi langkah peserta perlahan dikecilkan. 

Seluruh peserta dan warga yang hadir diminta menundukkan kepala dan mendoakannya.  "Mari kita naikkan doa untuk Paus Fransiskus," ujar panitia dari atas podium utama.

Paus Fransiskus menyaksikan misa pembukaan Sinode Para Uskup di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 2 Oktober 2024.
Paus Fransiskus menyaksikan misa pembukaan Sinode Para Uskup di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 2 Oktober 2024. (REUTERS/GUGLIELMO MANGIAPANE/FILE PHOTO)

Mendengar imbauan tersebut, mobil-mobil hias pun perlahan berhenti sejenak. Terlihat Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, dan Ketua Panitia Pawai Paskah GMIT di Kota Kupang, Yeskiel Loudoe ikut menundukkan kepala.

Ketua Panitia Pawai Paskah GMIT, Yeskiel Loudoe, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan yang memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh sukacita.

"Proses Paskah ini telah melalui banyak tahapan hingga akhirnya dapat dilaksanakan dengan penuh syukur dan meriah," ungkapnya.

Baca juga: Uskup Agung Jakarta: Vatikan akan Gelar Conclave untuk Tentukan Pengganti Paus Fransiskus

Menurut Yeskiel, prosesi tersebut diikuti 97 peserta dari berbagai gereja GMIT di Pulau Timor, Alor, Rote, dan Sabu. "Sebangak 97 kendaraan dengan kurang lebih 8000 peserta memeriahkan prosesi paskah kali ini," ungkapnya.

Yeskiel juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan prosesi tersebut.

Eklesia Baru

Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th, menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya sebuah peristiwa masa lalu, tetapi merupakan realitas yang hidup setiap hari dalam kehidupan orang percaya. 

"Kebangkitan itu selalu menjadi awal mula. Selama damai sejahtera masih menjadi pertarungan berat di muka bumi, maka kebangkitan Kristus adalah peristiwa setiap hari," ujar Pdt. Samuel.

Dalam kesempatan itu, Pdt Samuel juga menekankan bahwa GMIT sebagai eklesia baru harus berani bersuara lantang terhadap ketidakadilan dan kejahatan yang merusak tatanan kehidupan. 

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Samuel Benyamin Pandie
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Samuel Benyamin Pandie (POS-KUPANG.COM/HO)

Ia menyerukan kepada para pemimpin, terutama mereka yang memegang kewenangan di bidang hukum dan keadilan, untuk menjalankan tugas secara adil dan bertanggung jawab.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved