Flores Timur Terkini

Kemana Keuntungan Tambang Mutiara di Flotim, Larinya Kemana

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mempertanyakan keuntungan yang diperoleh dalam kegoatan tambang mutiara di perairan Kabupaten Flores Timur

|
POS KUPANG/PAUL KABELEN
Pertemuan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (tengah), anggota DPR RI, Ahmad Yohan (kanan) dengan Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen (kiri) dan masyarakat. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mempertanyakan keuntungan yang diperoleh dalam kegoatan tambang mutiara di perairan Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Salah tambang mutiara terbesar itu berada di Pulau Konga di Kecamatan Titehena.

Tambang ini sudah beroperasi sejak lama. Karena itu, politisi Partai Golkar itu mempertanyakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari tambang mutiara.

Baca juga: Arus Balik Lebaran Alami Peningkatan di Pelabuhan Laurentius Say Maumere 

"Mutiara ini orang bangun di NTT itu yang dapat untungnya siapa? Ini PAD-nya masuk ke mana? Kita bertugas menjaga. Siapa yang dapat ini pak, kalau Jakarta yang dapat, kita bagi-bagi," tanya Melki Laka Lena, kepada kepala desa dan kepala sekolah, di Rujab I Bupati Flotim, pekan lalu.

Menurut Melki Laka Lena, Flotim menjadi pusat kelautan dan perikanan, terutama ikan, garam dan rumput laut. 

Selain kelautan dan perikanan, saat itu Melki juga menjelaskan tentang pentingnya koperasi merah putih yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (tengah), anggota DPR RI, Ahmad Yohan (kanan) dengan Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen (kiri) dan masyarakat.
Pertemuan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (tengah), anggota DPR RI, Ahmad Yohan (kanan) dengan Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen (kiri) dan masyarakat. (POS KUPANG/PAUL KABELEN)

"Kenapa pak Prabowo buat koperasi merah putih, karena di desa itu tengkulak makan rakyat punya keringat. Bayangkan coba rakyat yang setengah mati, harga untung tipis, masih dikerjain tengkulak," pungkas Melki Laka Lena.

Melki Laka Lena menyebut, Presiden Prabowo ingin perputaran uang lebih banyak terjadi di desa untuk mensejahterakan masyarakat petani.  

"Pak Prabowo mau agar uang itu berputar di desa lebih banyak langsung jaga  petani. Jadi harga yang mensejahterakan petani. Saya minta agar kepala desa jaga pintu masuk agar pedagang tidak leluasa masuk tentukan harga suka-suka dia," tandas Melki Laka Lena.

Baca juga: Pelajar di Labuan Bajo Jadi Korban Pembacokan Kelompok Pemuda

Sementara itu, Anggota DPR RI, Ahmad Yohan meminta para kepala desa memiliki inovasi dan kreatifitas.

Dia menyebut hanya dengan inovasi dan kreatifitas, orang akan mampu melakukan perubahan. 

"Kalau kita gerakan potensi kita memiliki nilai lebih. Kepala desa tidak memiliki kreatifitas dan inovasi maka  hal itu tidak mungkin. Kita hitung berapa lahan produktif kita dan berapa lahan yang kita gerakan. Apa potensi unggulan di laut dan darat," ujar Ahmad Yohan. (cbl)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved