Selasa, 19 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 5 Maret 2025, Bertobatlah dan Percayalah pada Injil

Pratek puasa ini juga merupakan tanda persatuan, persekutuan dalam pengorbanan bersama dengan penderitaan dan wafat

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-PATER ORIS LIKO OCD
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Pater Oris Liko OCD menyampaikan Renungan Harian Katolik Rabu (5/3/2025), Bertobatlah dan Percayalah pada Injil. 

Oleh : Pater Oris Liko OCD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Rabu 5 Maret 2025, Bertobatlah dan Percayalah pada Injil

Bacaan I:Yoel 2:12-18: Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu

II 2 Korintus: 5:20-6:2: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan

Injil  Matius: 6:1-6.16-18: Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjari engkau.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 4 Maret 2025, “Meninggalkan segala sesuatu”

Hari ini Gereja Katolik mengawali masa PraPaskah. Masa  dimana umat katolik menjalankan puasa selama 40 hari. Masa puasa ini  diawali  dengan penerimaan abu yang dioleskan pada dahi umat  oleh imam. Abu yang dioleskan di dahi merupakan tanda pertobatan, penyesalan yang sungguh-sungguh. Imam mengoleskannya  sambil mengatakan,” Bertobatlah dan percayalah pada Injil” atau ”Manusia berasal dari abu dan akan kembali ke abu”.

Abu yang digunakan berasal dari daun palma yang sudah diberkati pada hari minggu Palma tahun sebelumnya. Tradisi ini dilakukan setiap tahun. Dalam masa prapaskah ini ada beberapa point penting yang harus dihidupi oleh umat katolik yakni: berpuasa, berdoa, beramal/bersedekahdan  bertobat.

Berpuasa adalah satu pratek  olah rohani untuk membangun hidup yang lebih berkualitas seperti mati raga,pengendalian diri dan sebagainya. Berpuasa dan berpantang merupakan tanda pertobatan, penyangkalan diri  dengan mengatakan tidak pada sesuatu yang menjerumuskan kita ke dalam dosa. Penyangkalan diri dan berpuasa secara teratur merupakan  tanda silih atas dosa-dosa. Pratek puasa ini juga merupakan tanda persatuan, persekutuan dalam pengorbanan bersama dengan penderitaan dan wafat Kristus di Salib demi keselamatan manusia.

Berpuasa harus dijalani dengan kesungguhan hati. Kepada kita Yesus tegaskan,”Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu  seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu(Matius 6:16-18)”.Berpuasa dan berpantang memiliki hubungan yang erat  dengan berdoa.

Berdoa merupakan jalinan relasi, ungkapan hati  yang dilakukan oleh manusia sebagai makhluk pendoa(homo orans)kepada Penciptanya. Dalam doa manusia membangun jaringan, komunikasi yang intens dengan Tuhan.

St.Teresa dari Avila katakan bahwa dalam doa kita membangunhubungan persahabatan yang akrab dengan Dia yang sangat mengasihi dan mencintai kita. Dalam dan melalui doa kita bersatu,bersekutu dengan Tuhan dan menimba nilai-nilai rohani. Buah-buah doa yang adalah Mencintai (Charity),Kelepasan/Tidak terikat (Detachment) dan Kerendahan Hati (Humility).

Yesus menasihatkan kepada kita,” Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri  dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu  yang ada di tempat tersembunyi . Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (Matius 6:5-6).Berpuasa, berpantang dan berdoa harus disertai dengan beramal.

Beramal adalah suatu tindakan kebajikan yang penuh cinta kasih kepada sesama yang membutuhkan, mengulurkan tangan bagi yang berkekurangan, tersingkirkan dan terlupakan dalam masyarakat.” Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku….Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Matius 25:35,40).

Sabda Tuhan ini menggugah hati kita untuk mengasihi dan mencintai semua manusia tanpa adaperbedaan. St.Yohanes dari Salib katakatan,”Bila kita dihadapkan pada situasi di mana tidak ada cinta, taruhlah cinta di dalamnya, maka kamu akan menemukan CINTA.

Beramal, bersedekah merupakan tindakan yang luar biasa. Kepada kita Yesus katakan,”Hati-hati. Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.  

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matiu 6:1-4). Memberi sedekah merupakan tindakan yang mulia. Tapi kita harus menghindari sikap memamerkan pemberian sedekah. Biarlah Tuhan yang mengetahuinya. Selain berpuasa,berdoa dan beramal, tindakan yang perlu dilakukan adalah bertobat.

Bertobat merupakan suatu tindakan yang radikal untuk melakukan pembaharuan diri. Kesadaran akan kesalahan, keberdosaan yang telah dilakukannya dan memiliki niat untuk berbalik ke jalan yang benar. Dalam diri manusia harus ada sikap metanoia. Metanoia dari kata bahasa Yunani ”meta” yang artinya “melampaui” dan “noeo” yang berarti “pikiran”. Maka, secara harafiah “metanoia” berarti “perubahan pikiran”.

Metanoia memiliki makna yang sangat mendalam yakni pertobatan. Pertobatan yang sejati harus dilakukan dengan mengubah pikiran sehingga kita bisa memahami kehendak Allah dan mengalami pembaharuan dalam hidup dengan meninggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru. 

Pertobatan harus lahir dari kesadaran diri yang lahir dari  inti pusat kehidupan kita yaitu hati. Hati menjadi sentral dari dir kita sebagai pribadi.  Hal ini senada dengan apa yang diwartakan oleh nabi Yoel,”. Demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Nabi Yoel menegaskan pentingnya revolusi hati daripada revolusi fisik. Revolusi fisik hanyalah satu tindakan lahiriah yang tidak membawa nilai bagi kehidupan. Revolusi hati dan komitment mendalam akan membawa perubahan yang radikal dalam seluruh sikap dan perilaku.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus mengingatkan supaya umat memberikan diri, mempersembahkan hidupnya untuk didamaikan dengan Allah. Umat Korintus memiliki relasi kehidupan yang kurang benarsehingga terjadi ketidakharmonisan dengan sesama yang lain. Oleh karena itu mereka harusterlebih dahulu berdamai dengan Allah. Perdamaian dengan Allah akan memengaruhi relasi kehidupan dengan pribadi yang lain. Jika hal ini terjadi maka sesungguhnya penyelamatan itu menyata dalam dirinya.

Kita bersyukur memiliki masa yang khusus ini. Masa prapaskah merupakan moment yang istimewa bagi kita untuk membenahi, membaharui dan merevolusi diri kita agar menjadi pribadi yang baru. Masa puasa ini bukan hanya sekedar tidak makan atau minum tetapi lebih dari itu adalah untuk mengubah seluruh sikap prilaku,pola hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Masa puasa ini harus menghasilkan buah-buahrohani dan rahmat dalam kehidupan kita, dalam keluarga, komunitas dan masyarakat. Selamat menjalankan puasa. Semoga  rahmat dan berkat dari Tuhan melimpah atas kita.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved