FPK NTT Akan Peringati Hari Lahir Pancasila di Ende
"FPK betul-betul kehadirannya sangat dibutuhkan untuk merawat ini, merangkul semua paguyuban etnis," jelas Theo Widodo.
Ringkasan Berita:- Ende dipilih sebagai tempat lahir Pancasila- Lakukan napak tilas mulai dari Moni hingga Danau Kelimutu- Selain upacara, juga ada pembagian sembako kepada warga
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memeringati hari lahir Pancasila di Kota Ende sebagai rahim Pancasila. Hal ini diungkapkan oleh Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo bersama Ketua Banjar Dharma Agung Bali-NTT yang juga merupakan Pengurus FPK NTT, AKBP Gede Arya Bawa, S.Sos., MH dalam Podcast Pos Kupang, Senin, 18 Mei 2026.
Dikatakan Theo, FPK merupakan tempat atau wadah berhimpun, berdiskusi, dari paguyuban-paguyuban etnis yang berdiam di satu wilayah sehingga etnis Nusantara semuanya ada di dalam FPK. FPK sendiri dibentuk berdasarkan Permendagri 34 tahun 2006 dan khusus NTT itu terbentuk tahun 2008, dua tahun setelah terbitnya Permendagri.
Tujuan utama atau misi dari FPK ini adalah membangun semangat persaudaraan, silaturahmi lintas etnis yang terwakili oleh paguyuban-paguyuban etnis.
"Dalam perjalanan waktu, kata teman-teman, namanya dialog tidak cukup hanya dengan omong-omong, duduk, sharing, ngobrol, tapi dialog yang efektif itu adalah lewat tindakan nyata. Karena itu salah satunya adalah rencana Forum Pembauran Kebangsaan NTT ini bersama seluruh paguyuban etnis untuk merayakan, memeringati hari lahir Pancasila 1 Juni dan kita tahu bahwa Pancasila lahir di Ende. Rahim Pancasila itu ada di Ende dan kita sudah putuskan kita akan ke Ende untuk napaktilas bagaimana dulu Bung Karno merenungkan nilai-nilai dasar falsafah hidup bangsa itu di Ende. Itulah alasan utama kenapa semua paguyuban etnis ini akan ke Ende tanggal 29 Mei sampai 1 Juni," kata Theo.
Sebagai masyarakat Indonesia, menurut dia, perlu untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila karena dasar ideologi bangsa yang luar biasa inilah yang tetap mempersatukan warga bangsa ini.
"Kita ada sampai hari ini sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam satu kesatuan itu berkat Pancasila. Karena itu Pancasila harus kita rawat, nilai-nilainya kita jaga, kita bumikan, kita jadikan itu sebagai dasar falsafah hidup kita.
Apalagi di zaman digital ini begitu banyak informasi yang bertebaran, begitu banyak gangguan, ideologi dan sebagainya, dan di sinilah peran daripada Pancasila itu jadi lebih penting. Karena itu FPK betul-betul kehadirannya sangat dibutuhkan untuk merawat ini, merangkul semua paguyuban etnis," jelasnya.
Kegiatan FPK NTT sendiri bukan hanya Safari Kebangsaan tetapi sebelumnya dalam tahun ini juga sudah ikut menyukseskan pagelaran budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang.
"Yang namanya budaya itu kan melekat pada etnis. Kalau etnis berarti urusannya paguyuban etnis. Paguyuban etnis berarti urusannya FPK," ujarnya.
Dalam perayaan hari kemerdekaan di tanggal 17 Agustus pun FPK selalu merayakan dengan meriah.
"Ini sudah tahun ketiga kami laksanakan perayaan mengenang detik-detik proklamasi sudah tiga kali, yang pertama itu di lapangan upacara Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, yang kedua dan ketiga itu di Taman Alun-Alun Kota Kupang, dan informasi yang kami dapat itu pertama kali diselenggarakan sepanjang sejarah dengan pesertanya seluruh paguyuban etnis berbusana kebesaran adat lengkap dan upacaranya sendiri mengikuti protap kenegaraan karena kami juga menggunakan korsik (Korps musik), paskibra (Pasukan pengibar bendera), setelah itu ada lomba-lomba jenaka, lalu makan siang, sampai malam hari pagelaran budaya.
"Tahun lalu kita ke Gunung Mutis, jadi FPK dan seluruh paguyuban etnis kibarkan bendera raksasa di Gunung Mutis. Selalu setiap tahun ada beda, kali ini kita tampil Safari Kebangsaan langsung ke Rahim Pancasila," ungkap Theo.
Ketua Banjar Dharma Agung Bali-NTT// Pengurus FPK NTT, AKBP (Purn) Gede Arya Bawa, S.Sos., MH., dalam kesempatan yang sama mengatakan, panitia berencana berangkat ke Ende menggunakan pesawat pada tanggal 29 Mei 2026.
"Kita rencananya berangkat ke Maumere, sampai di Maumere kita langsung ke Moni, mungkin bermalam di Moni. Dari Moni kemudian paginya tanggal 30 kita mau mendaki ke Danau Kelimutu. Dari Danau kita kita akan upacara dengan menaikkan bendera, tentunya seluruh anggota paguyuban yang hadir nanti akan ikut berkegiatan di situ. Setelah itu rencananya kami turun kembali ke Ende, berkunjung ke tempat pengasingan dari Bung Karno," kata AKBP (Purn) Gede.
| Kolaborasi Gereja, YJI, dan Pemkot Kupang Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat |
|
|---|
| FPK NTT Gelar Silaturahmi Lintas Etnis, Para Tokoh Sampaikan Pesan Kebangsaan |
|
|---|
| Balai Lelang Flobamora di Kupang Siap Bantu Masyarakat Dapat Harga Jual Beli Ideal |
|
|---|
| Pengprov PASI NTT Targetkan Dua Medali Emas di PON XXII 2028 |
|
|---|
| Menyongsong PON 2028, PASI NTT Gelar Pelatihan Pelatih Atletik Tingkat Dasar Seri Provinsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Podcast-forum-pembauran-soal-hari-pancasila.jpg)