Rabu, 20 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 4 Maret 2025, “Meninggalkan segala sesuatu”

Ini bukan soal sekedar meninggalkan tapi sebuah usaha mengosongkan diri bagi kehadiran Tuhan dalam hidup kita.

Tayang:
Editor: Edi Hayong
Foto Pribadi
RENUNGAN KATOLIK- Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Selasa (4/3/2025) 

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Selasa 4 Maret 2025 ditulis Bruder Pio Hayon SVD berjudul, “Meninggalkan segala sesuatu”.

Bruder Pio Hayon SVD menulis renungan Pekan Biasa VIII merujuk pada Bacaan I: Sir. 35: 1-12
Injil:  Mrk.  10: 28-31.

Berikut ini teks lengkap renungan yang ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD hari ini.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua.

Meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti orang lain atau sesuatu ajaran lain adalah satu pengalaman paling ekstrim yang harus ditaati sebagai seorang pengikut Kristus.

Ini bukan soal sekedar meninggalkan tapi sebuah usaha mengosongkan diri bagi kehadiran Tuhan dalam hidup kita.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Hari ini kita merenungkan bacaan dari Sirakh dan Injil Markus mengajak kita untuk merenungkan makna meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Tuhan dan menjalani hidup yang penuh makna.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 4 Maret 2025, Rendah Hati dan Tidak Menonjolkan Diri

Dalam bacaan pertama ini, Sirakh (Sir. 35: 1-12) menekankan pentingnya persembahan dan tindakan kebaikan yang tulus kepada Tuhan.

Allah menghargai hati yang bersih dan pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas. Ketika kita meninggalkan segala sesuatu yang mengikat kita, kita membuka diri untuk menerima berkat dan kasih-Nya.

Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita berikan, tetapi juga sikap dan niat di baliknya. Dalam konteks ini, meninggalkan segala sesuatu berarti melepaskan keterikatan pada benda-benda duniawi dan fokus pada hubungan kita dengan Tuhan.

Dalam Injil Markus (Mrk. 10: 28-31), kita mendengar percakapan Yesus dengan murid-murid-Nya, di mana Petrus menyatakan bahwa mereka telah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus.

Yesus mengkonfirmasi bahwa setiap pengorbanan demi-Nya akan dibalas berlipat ganda, baik di dunia ini maupun di kehidupan yang akan datang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved