Makan Bergizi Gratis
Semua SPPG Wajib Unggah Menu Harian MBG Media Sosial
Hal itu dilakukan untuk memberikan kontrol bersama terhadap menu yang disajikan kepada masyarakat.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Semua satuan pelayanan pemenuhan gizi ( SPPG ) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) diwajibkan untuk mengunggah menu makanan yang mereka masak setiap hari.
Hal itu dilakukan untuk memberikan kontrol bersama terhadap menu yang disajikan kepada masyarakat.
"Kami sudah meminta kepada seluruh satuan pelayanan untuk membuat media sosial sendiri, mulai dari Instagram dan Facebook, dan mereka wajib meng-upload apa yang dimasak hari itu," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dikutip dari Kompas.com, Kamis (27/2/2025).
Dadan menekankan pentingnya transparansi dalam program ini.
"Supaya menjadi kontrol bersama. Jadi, semua orang bisa mengontrol, semua orang bisa melihat, semua orang bisa membanding. Itu adalah mekanisme pertanggungjawaban kami," ujar dia.
Untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan, BGN telah menetapkan empat standar bagi mitra MBG.
Pertama, pemenuhan kebutuhan kalori untuk setiap tahap kebutuhan. Kedua, komposisi gizi yang harus mencakup 30 persen protein, 40 persen karbohidrat, dan 30 persen serat. Ketiga, aspek higienis, dan terakhir, keamanan makanan.
Dadan juga menyoroti pentingnya mitra MBG untuk membiasakan diri dengan jumlah porsi yang harus disediakan, dengan memulai kebiasaan memasak dari jumlah yang kecil dulu.
"Oleh sebab itu, kami evaluasi setiap hari, dan kami menyarankan untuk yang baru-baru, tidak mulai langsung banyak, tetapi harus mulai dari kecil. Jadi, kalau mereka menjadi mitra, kemudian ingin melakukan penyaluran makan bergizi, maka kami sarankan mulai dari 100-190," imbuh dia.
Setelah mitra MBG mampu memasak lebih dari 500 porsi, SPPG akan diminta untuk meningkatkan jumlah masakan agar makanan yang disajikan lebih sehat dan bergizi.
"Rata-rata yang muncul (kasus keracunan) di berita terakhir ini adalah semua satuan pelayanan yang baru melaksanakan. Yang baru-baru, yang lama-lama sudah tidak. Kenapa? Karena sudah terbiasa," ucap Dadan.
"Jadi, memang untuk program yang besar seperti ini, selain pengetahuan, kebiasaan pun penting," ujar dia.
Sebagai informasi, peristiwa keracunan akibat MBG terulang di Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (19/2/2025).
Sebanyak 28 siswa dari SDN 2 Alaswangi, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Para siswa tersebut mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.
Kasus keracunan MBG dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, antara lain di Sukoharjo, Jawa Tengah; Empat Lawang, Sumatera selatan; dan Nunukan, Kalimantan Utara. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.