Makan Bergizi Gratis
Pelajar SD Hingga SMA di Papua Demo Lagi Tolak Program MBG, Minta Pendidikan Gratis
Penanggungjawab aksi, Yoki Sondegau menyebut demonstrasi dilakukan karena menurut mereka program MBG memiliki dampak buruk.
POS-KUPANG.COM, TIMIKA - Ratusan pelajar di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kembali melakukan demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/2/2025).
Ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA yang mengatasnamakan diri sebagai Front Solidaritas Pelajar (FSP) itu melakukan aksi demonstransi di Jalan C. Heatubun Kota Timika.
Penanggungjawab aksi, Yoki Sondegau menyebut demonstrasi dilakukan karena menurut mereka program MBG memiliki dampak buruk.
“Adanya program makan bergizi gratis yang sudah diprogramkan oleh Presiden Prabowo Subianto, kami pelajar dan mahasiswa Mimika sadar akan dampak buruk yang terjadi nantinya, akibat mengkonsumsi makanan tersebut. Maka kami melakukan protes untuk menolak adanya program tersebut,” sebut Yoki dikutip dari Seputarpapua.
Selain menolak program MBG, pelajar yang tergabung dalam FSP ini menginginkan Pemerintah Pusat memberikan pendidikan gratis.
“Permintaan kami yaitu, Pemerintah Pusat berikan pendidikan gratis, daripada makanan gratis yang ujungnya tidak ada manfaatnya,” kata dia.
Sementara itu Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut Yudha Pratama menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan para pelajar itu telah dibubarkan dengan tertib. “Kumpul-kumpul saja dan orasi,” katanya.
Adapun aksi demo menolak program MBG sudah dilakukan kesekian kalinya di wilayah Papua. Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di Wamena, Tolikara, Paniai, Nabire, bahkan di Jayapura.
Demonstrasi dilakukan di sejumlah titik
Pada senin (17/2/2025) lalu, demonstrasi digelar bersamaan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua; Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan; lalu di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Dikutip dari Kompas.com, para siswa yang tergabung dalam demo tolak MBG ini terdiri dari SMA/SMK, SMP, dan SD.
Mereka membentuk beberapa aliansi sebagai bentuk solidaritas para siswa, seperti di Jayapura disebut “Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP)”, sedangkan para pelajar di Kabupaten Jayawijaya menyebut “Aliansi Pelajar Se-Papua Pegunungan”.
Salah seorang pelajar di Jayapura, Fernando Ahayon,mengatakan bahwa program MBG tidak menjawab kebutuhan riil siswa di tanah Papua.
Apalagi, sebagian besar para siswa ini memiliki keluarga petani, nelayan, dan keluarga yang tidak mampu.
“Pendidikan gratis adalah solusi yang lebih tepat untuk membantu siswa belajar dengan lebih baik. Kami minta MBG diganti dengan pendidikan gratis,” ungkapnya saat menggelar aksi demo di Expo, Kota Jayapura.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.