Timor Tengah Utara Terkini
RSUD Kefamenanu Timor Tengah Utara Tangani 45 Pasien DBD Sejak Awal Januari 2025
kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Bulan Januari 2025 sebanyak 38 kasus. Jumlah kasus DBD di awal tahun 2025 terbilang cukup tinggi
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kefamenanu melalui Kasie Pelayanan Medik RSUD Kefamenanu, Elen Lau mengatakan, pihaknya menangani sebanyak 29 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Januari 2025.
Dari total 29 pasien tersebut, 22 diantaranya merupakan pasien anak-anak.
Sementara itu, pada Februari 2025 sebanyak 16 orang pasien dirawat di RSUD Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
"Dari 16 orang yang dirawat di RSUD Kefamenanu ini ada beberapa yang sedang dirawat di ruang perawatan. Sedangkan yang lainnya sudah sembuh,"ujarnya, Kamis (6/2/2025).
Baca juga: Ditemukan 34 Kasus Baru Demam Berdarah Dengue, Pemkab Sabu Raijua Umumkan Status KLB
RSUD Kefamenanu, lanjutnya, hanya bertugas melakukan penanganan medis terhadap semua pasien DBD yang berobat.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Robertus Tjeunfin mengatakan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Bulan Januari 2025 sebanyak 38 kasus. Jumlah kasus DBD di awal tahun 2025 terbilang cukup tinggi.
Jumlah ini lebih tinggi dari kasus DBD Bulan Januari 2024 lalu. Kasus DBD pada tahun 2025 ini terbilang cukup fantastis. Bahkan berdasarkan data, kasus DBD pada tahun 2024 lalu hanya mencapai puluhan kasus.
Peningkatan kasus DBD yang sangat signifikan ini mesti diwaspadai oleh semua masyarakat. Apalagi Penyakit DBD rentan terjadi pada musim hujan.
Dalam upaya mengatasi peningkatan kasus DBD tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dan semua puskesmas rutin memberikan sosialisasi, penyuluhan, dan kunjungan ke masyarakat.
Ia mengakui bahwa, ada peningkatan kasus DBD dalam kondisi perubahan cuaca beberapa waktu terakhir. Pasalnya, perubahan cuaca ini berdampak pada perkembangan Nyamuk Aedes Aegypti.
"Sehingga kebersihan lingkungan itu perlu diperhatikan," ucapnya, Selasa, 4 Februari 2025.
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang Imbau Warga Waspada Demam Berdarah Dengue
Selain itu, saat ini Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M Plus, melakukan fogging, dan menaburkan larvasida di daerah-daerah yang rawan.
Robert menegaskan bahwa, belum ada korban jiwa dari Kasus DBD di Kabupaten TTU. Semua pasien DBD berhasil ditangani petugas kesehatan.
Ia meminta masyarakat Kabupaten TTU untuk waspada terhadap penyebaran penyakit DBD ini. Selain itu masyarakat juga mesti memperhatikan kebersihan di rumah maupun di pekarangan rumah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.