Sabu Raijua Terkini

123 Kasus DBD Terjadi Awal Tahun di Sabu Raijua, 1 Meninggal Dunia 

Hingga 13 Januari 2025 terdapat 1 kasus kematian akibat DBD terjadi di Sabu Tengah. Kemudian jumlah rawat inap sebanyak 20 kasus. 

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Pose bersama saat Rapat Koordinasi Pengendalian DBD di Kantor Camat Kecamatan Sabu Barat pada Selasa, (14/1/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema 

POS-KUPANG.COM, SEBA - Awal 2025 sudah terjadi 123 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus ini meningkat dari sebelumnya sebanyak 43 kasus dan 1 kasus kematian akibat DBD

Hampir setiap tahunnya, Kecamatan Sabu Barat menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Sabu Raijua dengan jumlah 50 kasus.

Disusul Sabu Tengah 44 kasus, Sabu Timur 13 kasus, Hawu Mehara 13 kasus, Sabu Liae 3 kasus, dan Raijua 0 kasus. 

Hingga 13 Januari 2025 terdapat 1 kasus kematian akibat DBD terjadi di Sabu Tengah. Kemudian jumlah rawat inap sebanyak 20 kasus. 

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Sabu Raijua, Thobias Jusuf Messakh pada Selasa, 14 Januari 2025.

Baca juga: Pemkab Sabu Raijua Masif Kendalikan DBD secara Libatkan Seluruh Masyarakat 

Thoby mengungkapkan, setengah dari pasien yang datang ke Faskes dalam kondisi kritis. "Pasien alami mimisan dan gusi berdarah," lanjut Thoby. 

Mayoritas pasien DBD merupakan anak usia sekolah. Sehingga diimbau kepada masyarakat khususnya orang tua agar selalu mengoleskan obat anti nyamuk saat anak berangkat sekolah dan pulang sekolah karena waktu-waktu tersebut merupakan waktu nyamuk bergerak aktif. 

Selain itu, diimbau juga agar orang tua memperhatikan makanan anak sehingga  imunitasnya tetap terjaga. (dhe) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved