TTU Terkini
Dinas Kesehatan Kabupaten TTU Pastikan 38 Kasus DBD Tercatat pada Bulan Januari 2025
Peningkatan kasus DBD yang sangat signifikan ini mesti diwaspadai oleh semua masyarakat. Apalagi Penyakit DBD rentan terjadi pada musim hujan.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Robertus Tjeunfin mengatakan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Bulan Januari 2025 sebanyak 38 kasus. Jumlah kasus DBD di awal tahun 2025 terbilang cukup tinggi.
Jumlah ini lebih tinggi dari kasus DBD Bulan Januari 2024 lalu. Kasus DBD pada tahun 2025 ini terbilang cukup fantastis. Bahkan berdasarkan data, kasus DBD pada tahun 2024 lalu hanya mencapai puluhan kasus.
Peningkatan kasus DBD yang sangat signifikan ini mesti diwaspadai oleh semua masyarakat. Apalagi Penyakit DBD rentan terjadi pada musim hujan.
Dalam upaya mengatasi peningkatan kasus DBD tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dan semua puskesmas rutin memberikan sosialisasi, penyuluhan, dan kunjungan ke masyarakat.
Ia mengakui bahwa, ada peningkatan kasus DBD dalam kondisi perubahan cuaca beberapa waktu terakhir. Pasalnya, perubahan cuaca ini berdampak pada perkembangan Nyamuk Aedes Aegypti.
Baca juga: 123 Kasus DBD Terjadi Awal Tahun di Sabu Raijua, 1 Meninggal Dunia
"Sehingga kebersihan lingkungan itu perlu diperhatikan," ucapnya, Selasa (4/2/2025).
Selain itu, saat ini Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M Plus, melakukan fogging, dan menaburkan larvasida di daerah-daerah yang rawan.
Robert menegaskan bahwa, belum ada korban jiwa dari Kasus DBD di Kabupaten TTU. Semua pasien DBD berhasil ditangani petugas kesehatan.
Ia meminta masyarakat Kabupaten TTU untuk waspada terhadap penyebaran penyakit DBD ini. Selain itu masyarakat juga mesti memperhatikan kebersihan di rumah maupun di pekarangan rumah.
Merespon peningkatan kasus tersebut, Robert mengimbau masyarakat memperhatikan tempat-tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti seperti selokan, dan tempat penampungan air serta sampah kaleng bekas di sekitar pemukiman.
"Jadi prinsip 3M harus benar-benar dilaksanakan untuk mencegah DBD,"ujarnya.
Selain itu, apabila anak-anak mengalami gejala panas segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau polindes ataupun rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan agar yang bersangkutan bisa mendapatkan pertolongan.
Tim Survey Dinas Kesehatan Kabupaten TTU selalu melakukan pemeriksaan dan pemantauan di lokasi dimana terdapat kasus DBD. Selain itu, Dinas Kesehatan juga melaksanakan sosialisasi keliling kepada masyarakat terutama di wilayah yang terdeteksi kasus DBD.
Wilayah-wilayah yang terdeteksi kasus DBD akan dilakukan fogging dengan radius 50 meter dari rumah penderita DBD tersebut.
Melalui berbagai upaya tersebut, Robert berharap jumlah kasus DBD di Kabupaten Timor Tengah Utara bisa diminimalisir. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.