Banjir Rob di Tablolong

BPBD Kabupaten Kupang Tunggu Analisis Cuaca BMKG soal Banjir Rob di Tablolong 

Sehingga, BPBD Kabupaten Kupang memutuskan untuk melarang masyarakat beraktivitas ataupun kembali bermukim di wilayah pesisir. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
BANJIR ROB - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kupang Smith Fanggi sedang melihat salah satu rumah warga di Desa Tablolong yang rusak akibat banjir rob, Kamis (6/2/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang masih menunggu analisis cuaca, khususnya prakiraan banjir rob di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat

Tablolong diketahui mengalami banjir rob pada (4/2/2025) lalu. Akibatnya 266 kepala keluarga (KK) dan ratusan rumah rusak. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kupang Smith Fanggi mengatakan, eskalasi cuaca di daerah itu belum menunjukkan adanya normal. Peringatan dari BMKG bahwa cuaca ekstrim masih terjadi. 

"Sampai saat ini eskalasi belum menunjukkan trend untuk turun. Kemarin sempat turun ke level 2 khusus badai Talia. Tapi naik lagi," kata dia. 

Sehingga, BPBD Kabupaten Kupang memutuskan untuk melarang masyarakat beraktivitas ataupun kembali bermukim di wilayah pesisir. 

Baca juga: Penampakan Desa Tablolong Kupang Barat Pasca Banjir Rob

Apalagi sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari BMKG. Terutama aktivitas Monsun Asia atau lazimnya angin barat. Larangan itu juga ditujukan untuk warga yang hendak melakukan pembersihan di pemukiman. 

Selain Tablolong, ada beberapa daerah lainnnya yang juga terdampak bencana hidrometeorologi. Tablolong, kata dia, memiliki perhatian khusus karena dampak terhadap warga yang cukup banyak. 

Smith Fanggi menyebut, logistik bagi 1.032 orang yang terdampak banjir rob itu cukup aman. Bantuan dari berbagai pihak juga terus berdatangan. Selain logistik, bantuan lainnya berupa pemerintah kesehatan gratis. 

"Selain paket sembako, juga bantuan untuk warga muslim berupa perangkat sholat," katanya. 

Smith Fanggi mengaku, pihaknya sempat mengalami kesulitan saat awal banjir rob itu terjadi pada Selasa (4/2/2025). Kesulitan itu berupa anggaran awal tahun yang belum cair. 

Namun, BPBD Kabupaten Kupang memastikan penanganan bagi warga yang tersebar di beberapa posko terus dilakukan dengan optimal. 

Dia menyampaikan, BPBD Kabupaten Kupang terus melakukan pemantauan di wilayah pesisir terhadap kondisi gelombang. Sambil menanti analisis cuaca dari BMKG. 

"Kita belum bisa pastikan (kapan cuaca bisa mereda). Kita menunggu dari BMKG selaku otoritas yang membidangi cuaca," kata Smith Fanggi

Dia berharap kerja sama dari warga maupun pemerintah desa setempat terus dilakukan terhadap penanganan masyarakat yang terdampak akibat bencana banjir rob itu. (fan) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved