Liputan Khusus
Lipsus - 5 Ton Batubara Tumpah ke Laut Flores
Lalu tugboat menarik kapal tongkang tersebut berlayar ke tengah untuk menghindar dari gelombang sehingga lebih aman.
Dia berharap, pemerintah bisa mengatasi masalah ini. Apalagi musim hujan diperkirakan hingga akhir Februari 2025. Agung juga meminta masyarakat agar tidak membuang sampah ke selokan atau drainase yang bisa menyumbat aliran air.
4 Kabupaten Terdampak Cuaca Ekstrem
Pemerintah NTT mencatat kurang lebih ada beberapa daerah di empat kabupaten di yang terendam banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem berupa hujan yang terus terjadi beberapa hari terakhir.
Sejumlah kabupaten itu seperti Kabupaten Malaka, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Kupang.
Kepala Pelaksana BPBD NTT Cornelis Wadu di Kupang, Jumat (31/1) mengatakan, beberapa daerah di Flores diinformasikan juga terkena bencana alam seperti banjir, namun Cornelis mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari Pemda setempat.
Dari sejumlah wilayah yang terkena bencana itu, Kabupaten Malaka disebut sebagai kabupaten yang termasuk paling parah bencana banjirnya. Sebab, air yang masuk ke permukiman warga berasal dari beberapa aliran sungai di sekitar kabupaten itu.
Namun, ujarnya, tidak ada masyarakat yang mengungsi karena banjirnya cepat surut dan bisa ditangani dengan baik oleh Pemda setempat.
Untuk di Kabupaten TTS terdapat longsor di ruas jalan Trans Timor yang sempat menutup jalur transportasi di seluruh pulau Timor dan juga jalur antarnegara. Tetapi saat ini sudah bisa dilalui kendaraan setelah materialnya dipindahkan.
Sementara di Kota Kupang banjir hanya merusak satu unit jembatan, dan dua rumah terendam banjir. Sementara di Kabupaten Kupang beberapa lokasi terendam banjir.
Karena itu masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi curah hujan yang tinggi terjadi di NTT saat ini khususnya di pulau Timor.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang memperkirakan kondisi cuaca ekstrem di wilayah NTT dapat terus terjadi hingga tiga Februari 2025 mendatang.
"Beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat terjadi di NTT khususnya di Kota Kupang, dan di Kota Kupang pada tanggal 27 Januari lalu hujannya sudah masuk dalam kategori ekstrem," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, NTT Sti Nenotek.
Akses Warga Tiga Kecamatan Terhambat
Curah hujan yang tinggi di wilayah NTT juga mengakibatkan banjir di beberapa daerah. Banjir tersebut melanda wilayah Desa Tominuku, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor mengakibatkan akses jembatan terputus.
Warga yang melintas terpaksa harus berjalan kaki melewati jembatan tersebut, dibantu warga sekitar agar tidak terseret banjir.
Anggota DPRD Kabupaten Alor, Yohanis Atamai mengatakan, masalah tersebut sudah cukup lama dibicarakan namun belum ada tindakan lanjut dari pemerintah.
“Masalah ini sudah cukup lama kami sampaikan di rapat-rapat dewan bahwa jembatan penghubung antara Desa Welai Selatan dan Desa Tominuku rusak. Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua desa inu tetapi juga akses ke kecamatan lain seperti ke Kecamatan Mataru, Kecamatan Pureman, dan akses warga menuju Kecamatan Alor Tengah Utara,” ujarnya Jumat (31/1).
Dikatakan Anis, pemerintah juga perlu memperhatikan akses-akses ke pelayanan publik seperti fasilitas kesehatan serta sekolah yang ada di wilayah tersebut.
“Setiap tahun kami selalu berusaha menyampaikan ini agar ada solusi dari pemerintah. Di desa-desa ini ada fasilitas pelayanan kalau ada orang sakit, orang meninggal, atau ibu melahirkan yang harus diantar ke puskesmas atau dirujuk ke kota. Bagaimana solusinya? Apakah kita akan terus-menerus gotong orang sakit. Bagaimana dengan anak-anak dan guru yang mau ke sekolah.
Bagaimana dengan mobilitas warga di hari-hari pasar. Ini perlu menjadi perhatian semua pihak,” ungkapnya.
Terkait hal ini sambung Anis, sudah disampaikan kepada Penjabat Bupati Alor, Zeth Libing pada sidang paripurna.
“Sudah disampaikan dan katanya akan dibangunkan jembatan, serta Dinas PU sudah ke lokasi dan melihat kerusakan tersebut. Tetapi kita perlu langkah antisipasi, karena baru awal bulan saja sudah seperti ini. Ini adalah jalan poros utama bagi warga desa yang tiap tahun selalu ada keluhan masyarakat, semoga cepat teratasi,” kata Anis.
Selain itu dia juga meminta BPBD Kabupaten Alor agar memperhatikan wilayah dan titik-titik rawan banjir di Kabupaten Alor, agar segera dilakukan antisipasi. (ary/cr6/fan/uka/rey/cr19)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.