Liputan Khusus
Lipsus - 5 Ton Batubara Tumpah ke Laut Flores
Lalu tugboat menarik kapal tongkang tersebut berlayar ke tengah untuk menghindar dari gelombang sehingga lebih aman.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama untuk menyiapkan rumah ibadah sebagai posko pengungsian bagi warga yang terdampak. Selain itu, Dinsos juga siap mendistribusikan bantuan berupa nasi kotak dan sembako bagi warga yang membutuhkan.
Banjir di Oebelo
Selain rumah warga, ruas jalan Negara trans Timor juga tertutup air. Arus lalu lintas terhambat. Warga yang terdampak berupaya mengurangi genangan dengan menggali lubang saluran air di depan rumah mereka.
Kepala Desa Oebelo, Marthen Halla, mengungkapkan banjir ini merupakan kejadian setiap tahun saat curah hujan tinggi. Hingga saat ini, pihak desa masih melakukan pendataan, dan sejauh ini tercatat sebanyak 11 rumah terdampak.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab banjir adalah jembatan kecil di lokasi yang tersumbat, sehingga aliran air tidak berjalan lancar. "Ke depannya, masalah saluran air di lokasi ini perlu diperbaiki dan dinormalisasi," tambahnya.
Akibat luapan air yang menggenangi jalan Timor Raya tepatnya di batas Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah Kabupaten Kupang, arus lalulintas terhambat. Bahkan kendaraan roda dua tidak bisa melintas.
Sejumlah pemuda di sekitar lokasi banjir mencoba membantu sejumlah kendaraan agar bisa melintas namun kesulitan karena sejumlah kendaraan roda dua mati di tengah jalan. Hanya kendaraan roda empat yang bisa melintas namun tetap dipandu oleh pemuda sekitar dengan sistim buka tutup jalan.
Seorang pegawai pertanahan Kabupaten Kupang, Natalia mengaku beruntung bisa melintasi banjir berkat bantuan warga sekitar untuk bisa pergi ke kantor.
"Banjir cukup deras, ada motor yang sudah putar balik Kupang karena sampai saat ini masih turun hujan dan banjir," ungkap Natalia, pegawai Pertanahan Kabupaten Kupang.
Hujan lebat yang mengguyur Kota Kupang sejak dini hari Jumat kemarin menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah tempat seperti di depan gedung Golkar NTT atau bersebelahan dengan kantor DPRD Kota Kupang.
Pantauan Pos Kupang di lokasi tersebut, kendaraan dari arah bundaran Tirosa menuju ke El Tari harus ekstra hati-hati. Pegawai di Kantor Golkar NTT sempat menutup jalur itu dan dialihkan ke jalan alternatif. Beberapa kendaraan harus memutar balik dan mencari jalan lainnya. Sementara kendaraan roda empat memilih untuk menerobos genangan tersebut.
Di SDI bertingkat Kecamatan Kelapa Lima, juga terpantau dipenuhi genangan. Lalu lintas kendaraan RA Kartini dari arah depan Lippo Kupang atau sebaliknya terganggu. Bahkan ada kendaraan roda dua yang menggunakan lajur pejalan kaki menghindari genangan.
Sementara saat hujan terjadi, banjir terjadi di depan Hotel Aston Kupang. Beberapa lapak jualan di sekitarnya ikut terendam. Selain itu, di beberapa titik lainnya seperti di ruas jalan Kuanino hingga Maulafa juga dilaporkan banjir. Akibatnya jalanan dan perumahan hingga area publik ikut terkena dampak.
Agung (30) seorang warga di Kota Kupang menilai genangan yang sering terjadi akibat resapan tidak baik. Seharusnya, pengerjaan proyek terutama jalan, harus memperhatikan aspek itu.
, masalah genangan itu sering terjadi. Terutama di titik-titik yang sering dilanda kejadian itu. Sehingga, pemerintah maupun para pihak harusnya bisa mengurai masalah ini.
"Ini genangan di daerah-daerah tertentu itu sering terjadi. Harusnya kan bisa diselesaikan. Kan kita sudah tahu apa masalahnya. Resapan yang kurang baik. Itu pokoknya. Kalau resapan bagus, drainase juga bagus, otomatis hujan lebat sekalipun kita tidak perlu khawatir soal banjir dan genangan itu," ujarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.