Liputan Khusus
Lipsus - 5 Ton Batubara Tumpah ke Laut Flores
Lalu tugboat menarik kapal tongkang tersebut berlayar ke tengah untuk menghindar dari gelombang sehingga lebih aman.
Satu Warga Tewas
Sementara itu, Thomas Otemusu, warga Fatuleu Barat ditemukan tewas usai dilaporkan terseret arus banjir sungai Siumate saat bersama isterinya Orpa Nenobahan dan anaknya mencoba menghindari area rawan bencana di sekitar sungai tersebut, Jumat (31/1).
"Korban Thobias Otemusu yang terseret banjir tadi di Fatuleu Barat sudah di temukan warga. Kondisi sudah meninggal dunia," ungkap Yes Fetmoes, warga Desa Naitae melalui telepon.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kupang, Smith Roberth Yorhans Fanggi menyebutkan, Thomas adalah RT 07 RW 04 Dusun 2 Desa Naitae hanyut terseret arus sungai dan ditemukan tewas 300 meter jadi titik awal hanyut.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, Thomas bersama istri dan anaknya saat hujan deras berusaha menghindari area rawan bencana untuk menyelamatkan diri. Namun banjir besar di sungai Siumate membuat Thomas Otemusu dan istrinya terseret banjir dan hanyut.
Beruntung istri yang sempat hanyut berusaha berpegangan pada daun gewang yang ada di tepi sungai untuk bertahan hidup dan dia berhasil selamat bersama anaknya yang akhirnya di tolong warga.
Namun Thomas terseret arus banjir sekitar 300 meter dari titik awal dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Betul ditemukan sudah meninggal, tim BPBD dan Basarnas juga sudah turun ke lokasi," ungkap Smith.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Semmy Tinenti juga membenarkan adanya laporan warga yang terseret banjir di desa Naitae tersebut.
Dirinya meminta agar warga berhati-hati dan melakukan evakuasi bila hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi dalam waktu satu jam atau lebih. Saat ini BPBD juga telah menerima sejumlah laporan adanya banjir seperti di Desa Oebelo, dan Desa Naitae.
Di Desa Naitae saat ini sesuai laporan dari kepala desa warga sementara mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi karena luapan sungai Siumate menggenangi rumah mereka. Luapan sungai Siumate ini karena adanya sumbatan pada gorong-gorong jembatan Siumate sehingga aliran air menjadi terhambat dan meluber ke pemukiman warga.
Sementara puluhan rumah warga di Dusun IV, RT 19 dan 20, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang terendam banjir akibat hujan lebat kemarin.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kupang, Drs. Saryaskus Paulus Liu yang mengatakan pihaknya akan bertindak cepat untuk membantu warga yang terdampak. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan beberapa balita dan warga disabilitas yang tinggal di wilayah itu.
"Tadi saya lihat langsung rumah warga yang terdampak, dan ada balita dan warga disabilitas di sana.. Jika kondisi banjir tidak segera membaik, warga harus dievakuasi. Kasihan ada lansia dan balita," ujar Saryaskus.
Saat ini, kata Saryadkus, dirinya maupun tim masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Data sementara menunjukkan 11 rumah warga telah terendam banjir, tetapi jumlah tersebut diperkirakan bertambah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.