Rabu, 27 Mei 2026

NTT Terkini 

BBKSDA NTT Rayakan Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2025

BBKSDA NTT melaksanakan kampanye untuk peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan basah dengan melaksanakan sosialisasi 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO-BBKSDA NTT
MELUKIS - Seorang anak sedang melukis pada kanvas ketika perayaan hari lahan basah sedunia atau WorldWetland Days (WWD) tahun 2025 di arena Car Free Day (CFD) Kota Kupang, Sabtu (1/2/2025). Kegiatan diselenggarakan BBKSDA NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Balai Besar KSDA NTT merayakan peringatan hari lahan basah sedunia atau WorldWetland Days (WWD) tahun 2025 di arena Car Free Day (CFD) Kota Kupang, Sabtu (1/2/2025). 

BBKSDA NTT melaksanakan kampanye untuk peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan basah dengan melaksanakan sosialisasi 

"Dalam kampanye tersebut dilaksanakan sosialisasi kepada pengunjung CFD terkait pentingnya perlindungan terhadap lahan basah serta mengenalkan kepada masyarakat kota kupang tentang situs ramsar ke-8," ujar Kepala BBKSDA NTT Arief Mahmud, Minggu (2/2/2025) dalam keterangannya. 

Selain sosialiasi untuk menjangkau generasi muda baik anak-anak maupun remaja pada kegiatan kampanye tersebut juga diselenggarakan kegiatan mewarnai, permainan dan kuis. 

Para pengunjung yang berpartisipasi juga diberikan hadiah dan merchandise menarik berupa kaos, tumbler, gelas dan stiker.

Baca juga: Pengunjung Terkena Hipotermia, BBKSDA NTT Wajibkan Pendaki TN Mutis Timau Bawa Surat Sehat 

Rangkaian kegiatan lain yang akan dilaksanakan terkait peringatan lahan basah oleh Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur yaitu kegiatan pengamatan burung air dan penanaman mangrove.

Penanaman itu bersama masyarakat dan mahasiswa Universitas Nusa Cendana dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, KTH Dalek Esa, dan masyarakat sekitar di hutan mangrove,TWAL Teluk Kupang di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang pada tanggal 3 Februari 2025. 

Kegiatan penanaman ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian dan pemulihan ekosistem lahan basah.

Dia menjelaskan, perayaan ini sejalan dengan pengadopsian tanggal Konvensi Lahan Basah atau yang disebut Konvensi Ramsar pada 2 Februari 1971 di Kota Ramsar yang terletak di pantau laut Kaspia, Iran. 

Konvensi Ramsar adalah perjanjian internasiona untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

Di Indonesia terdapat 8 situs lahan basah yang memiliki nilai signifikan bukan hanya untuk indonesia tetapi juga bagi bernilai penting bagi kemanusiaan secara keseluruhan.

 

Salah satu dari 8 situs ramsar di Indonesia adalah Taman Wisata Alam (TWA) Menipo yang ditetapkan sebagai situs ramsar kedelapan di Indonesia pada tanggal 22 April 2024 Kawasan situs ramsar TWA Menipo terletak di Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang, pesisir Kawasan ini meliputi hutan bakau dan lumpur pasang surut, pasir, dan dataran garam. 

Situs tersebut meliputi Pulau Menipo, yang terpisah dari Pulau Timor oleh selat sempit dah merhilikiSdanau dan lrawa air tawar. Pulau Menipo menyediakan habitat bagi spesies tumbuhan yang rentan dan terancam punah. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved