NTT Terkini
BBKSDA NTT Rayakan Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2025
BBKSDA NTT melaksanakan kampanye untuk peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan basah dengan melaksanakan sosialisasi
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Selama puncak musim kemarau, rawa permanen di Pulau tersebut menyediakan tempat berlindung bagi satwa liar. Dataran pasir situs tersebut menyediakan habitat bersarang bagi tiga spesies penyu yang terancam punah, antara lain Penyu Sisik, Penyu Hijau dan Penyu Lekang.
Burung yang bermigrasi menggunakan dataran lumpur sebagai habitat batu loncatan, dan Situs tersebut menyediakan tempat mencari makan bagi kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea parvula) dan Rusa Timor (Rusa timorensis).
Masyarakat setempat percaya bahwa daerah tersebut tidak boleh dirusak. Pulau tersebut dianggap sakral dan menjadi tempat upacara adat.
"Mereka mengumpulkan kepiting dan kerang untuk mendukung mata pencaharian dan memperoleh pendapatan dengan menyewakan perahu kepada wisatawan dan pengunjung lainnya," katanya.
Selain situs ramsar TWA Menipo, Balai Besar KSDA NTT juga melakukan pengelolaan pada kawasan lahan basah lainnya yaitu Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Suaka Margasatwa (SM) Danau Tuadale, TWAL Gugus Pulau Teluk Maumere, Cagar Alam (CA) Hutan Bakau Maubesi, Danau Ranamese di TWA Ruteng serta pengelolaan area preservasi pada Danau Ledulu dan Danau Lendoen sebagai habitat kura-kura Rote.
Peringatan hari lahan basah dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya lahan basah, untuk merayakan peran lahan basah untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta untuk mengakui pentingnya lahan basah bagi keanekaragaman hayati, air bersih, perlindungan banjir dan peluang wisata.
Definisi Lahan basah sesuai Konvensi Ramsar adalah wilayah payau, rawa, lahan gambut atau perairan, baik alami atau buatan, permanen atau sementara, dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin, termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya pada saat air surut tidak melebihi enam meter.
Lahan basah ini merupakan suatu ekosistem dimana air memiliki peranan utama dalam mendukung berbagai spesies baik satwa maupun tumbuhan.
"Ekosistem ini juga menjadi ekosistem yang paling rentan terhadap kerusakan dan degradasi sehingga upaya perlindungan perlu dilakukan," ujarnya.
Tema peringatan lahan basah tahun ini adalah "Protecting wetlands for our commor future" yang diadopsi menjadi baris tera (tagline)"Jaga Lahan Basah untuk Masa Depan yang Cerah" yang digunakan untuk memperingati WWD 2025 di Indonesia.
Pada kampaye WWD 2025 ini mengangkat pesan utama yaitu kesadaran untuk menghentikan pencemaran pada lahan basah, pelestarian dan pengelolaan berkelanjutan dari lahan basah, dan partisipasi dalam pemulihan ekosistem lahan basah. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Menggambar-lahan-basah.jpg)