Kamis, 7 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 28 Januari 2025, Menjadi Saudara-saudari Yesus

Di sini seakan ada kontras antara keluarga biologis Yesus yang berdiri di luar dan keluarga eskatologis yang duduk di sekeliling-Nya.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Selasa (28/1/2025), Menjadi Saudara-saudari Yesus 

Oleh : Pastor John Lewar SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Selasa 28 Januari 2025, Menjadi Saudara-saudari Yesus

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz, STM Nenuk Atambua Timor

Peringatan Wajib St. Tomas Aquino
Lectio: Ibrani10: 1-10 ; Mazmur 40:2,4ab,7-8a,10,11;
Injil : Markus 3:31-35

Meditatio:
Siapa yang tidak bersukacita menjadi saudara-saudari Yesus? Anda pasti bersukacita. Saya juga.

Orang beriman pasti bersukacita. Tapi, bagaimana caranya supaya kita menjadi saudara-saudari Yesus?

Tuhan Yesus dalam Injil Markus 3:31-35 hari ini memberikan jawaban pasti.

Caranya adalah melakukan kehendak Allah! “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Mrk 3: 35).

Persaudaraan dengan Yesus tidak lagi dijalin berdasarkan hubungan darah tetapi berdasarkan relasi iman
yang percaya dan melaksanakan kehendak Allah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 27 Januari 2025, “Ia kerasukan Beelzebul” 

Yesus dengan ini memperluas ikatan keluarga-Nya, bukan berdasarkan darah, melainkan berdasarkan kriteria “melakukan kehendak Allah.”

Di sini seakan ada kontras antara keluarga biologis Yesus yang berdiri di luar dan keluarga eskatologis yang duduk di sekeliling-Nya.

Bunda Maria menjadi bunda Yesus bukan lagi karena didasarkan pada hubungan darah semata tetapi karena Maria bersedia menjawab "ya" kepada panggilan dan kehendak Allah.

Karena itu bila anda mau menjadi saudara Yesus lakukan seperti yang dilakukan Bunda Maria: setia melaksanakan kehendak Allah dalam hidup sehari-hari.

Penegasan Yesus tersebut patut kita sambut dengan rasa syukur, sebab dengan demikian kita dimungkinkan menjadi ibu dan saudara-saudari Yesus, asalkan melakukan kehendak Tuhan.

 Barangkali di sini yang perlu direfleksikan adalah sejauh mana kita telah duduk mendengarkan pengajaran Yesus, atau kita justru memilih berdiri di luar, sejauh mana pula kita telah melakukan kehendak Allah yang diwartakan oleh Yesus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved