Berita Malaka

Sepekan Hujan Guyur Malaka NTT, Akses Jalan Menuju Desa Kakaniuk Nyaris putus

ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka dengan Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah terancam putus

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-Herminus Klau
Suasana ketika warga Desa Kakaniuk di Kabupaten Malaka menyeberang jalur yang menghubungkan Kota Betun dengan desa tersebut, Rabu 18 Desember 2924 

POS-KUPANG.COM, BETUN- Hujan deras selama sepekan ini mengguyur wilayah Kabupaten Malaka, Provinsi NTT berdampak cukup serius terhadap infrastrukur jalan.

Salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka dengan Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah terancam putus.

Tidak hanya itu, saluran dari DAS Benenai ke area pertanian milik warga pun terancam rusak karena terjangan banjir kiriman dari wilayah Timor Tengah Utara (TTU) maupun Timor Tengah Selatan (TTS).

"Hujan yang mengguyur sejak sore tadi membuat jalanan rusak parah mulai dari   Dusun Boni menuju ke kantor Desa Kakaniuk. Jalanan berlumpur dan batu-batu berserakan di atas jalan," demikian kata Petrus Kanisius Seran, salah seorang warga Desa Kakaniuk pada Rabu 18 Desember 2024 petang.

Dikatakan Petrus Kanisius Seran, beberapa kali kecil penuh dengan air banjir disertai lumpur sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.

"Akses jalan di kali kecil menuju ke Kantor Desa dan Dusun Kakaniuk sangat parah. Airnya sangat deras sehingga tidak memungkinkan kendaraan lewat. Motor-motor disimpan saja di seberang kali," tambah Petrus.

Pengakuan yang sama juga disampaikan mantan Kades Kakaniuk, Petronela Luruk.

Dia mengungkapkan dia bersama anaknya baru pulang dari Betun menggunakan mobil pikap.

Baca juga: DAS Benenai Meluap, Rendam 70 Hektar Lahan Pertanian dan Tambak Desa Motaain

"Kami tidak bisa lewat lewat ke rumah dan mobil kami simpan saja di seberang kali kecil. Selain airnya deras, batu-batu besar berhamburan di jalan sehingga tidak bisa dilewati," katanya.

Ditambahkannya, jika hujan ini terus berkepanjangan maka akses keluar dari wilayah Kakaniuk akan semakin susah.

"Kalau hujan seminggu lagi, dipastikan jalan akan putus total dan tentunya akan berdampak pada kehidupan warga baik dari sisi ekonomi maupun sosial kemasyarakatan," tambah mantan aktivis LSM Oxfam ini.

Mewakili masyarakat, Petronela meminta kepada pemerintah Kabupaten Malaka untuk segera turun ke lokasi dan mencari solusi terkait persoalan rusaknya infrastruktur tersebut.

"Kami mohon perhatian pemerintah Kabupaten Malaka melalui dinas tekhnis terkait agar turun ke lokasi dan menyelesaikan permasalahan ini bersama masyarakat setempat," harapnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved