Lewotobi Erupsi

Pemkab Flores Timur Lirik Lokasi Baru untuk Relokasi Penyintas Erupsi Lewotobi

Ribuan penyintas dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Wulanggitang sementara ini masing mengungsi di posko-posko, baik terpusat maupun mandiri.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Gunung Lewotobi Laki-laki saat mengalami erupsi. Gambar dipotret dari Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Kamis, 7 November 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sedang mencari lokasi baru untuk merelokasi ribuan penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Ribuan penyintas dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Wulanggitang sementara ini masing mengungsi di posko-posko, baik terpusat maupun mandiri.

Rencana relokasi pun segera dieksekusi, namun lokasi pertama di Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena yang disurvei Menteri Perumahan dan Kepala BNPB dinilai tak ideal.

Menteri Perumahan Maruarar Sirait menyebut, kemiringan lokasi itu sangat tinggi, mencapai 30 derajat. Apa lagi letaknya sangat jauh dan menyulitkan proses pembangunan.

"Jauh ke atas, nanti infrastrukturnya masih lama dan panjang," ucap Maruarar beberapa waktu lalu.

Penjabat Bupati Flores Timur, Sulatri Rasyid, mengaku salah satu lokasi yang dilirik berada di sekitar Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, berjarak sekitar 20-an kilometer dari pusat Gunung Lewotobi.

"Ya, untuk tanah ini sedang dicari. Relokasi tetap jalan," ujarnya, Senin, 18 November 2024 melalui sambungan telepon.

Selain direlokasi ke lahan yang disiapkan pemerintah, jelas Sulastri, penyintas bencana juga bisa menyiapkan lahan mandiri, namun harus berada dalam radius aman.

Sulatri menjelaskan, pemerintah tak akan memaksa warganya untuk menetap di satu lokasi. Mereka bebas memilih lokasinya masing-masing yang jaraknya lebih kurang 8 kilometer dari pusat erupsi.

"Pengungsi yang punya tanah di luar radius itu, kita tetap bangun. Itu duluan yang kita layani. Semuanya kita ikut masyatakat, mau relokasi mandiri atau tinggal di tanah yang Pemerintah siapkan," ujarnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved