Berita Timor Tengah Utara
Seorang Ibu di Kota Kefamenanu Timor Tengah Utara Diserang Anjing Diduga Rabies
Usai diserang Hewan Penular Rabies (HPR) Yusina kemudian diantar warga sekitar ke Puskesmas Sasi untuk menerima perawatan dari tim medis
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Seorang Ibu di RT/RW, 015/006, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur bernama Yustina Tamelan diserang seekor anjing diduga rabies. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 13 November 2024 malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, Sabtu, 16 November 2024 Yustina diserang anjing diduga rabies ketika sedang beraktivitas di sekitar rumahnya.
Saat diwawancarai, seorang saksi mata bernama Wilhelmus mengatakan, ketika Yusina sedang beraktivitas di luar rumahnya, anjing tersebut menyerang yang bersangkutan dengan ganas. Anjing diduga rabies ini menyerang korban di bagian kaki.
Tidak hanya itu, anjing tersebut juga menyerang bagian tubuh lain dari korban. Pasca menyerang Yusina, kata Wilhelmus, anjing tersebut kemudian langsung kabur.
Setelah mendengar teriakan korban, warga sekitar kemudian berbondong-bondong mengejar dan membunuh anjing tersebut. Hal ini dilakukan warga agar tidak ada korban lain.
Usai diserang Hewan Penular Rabies (HPR) Yusina kemudian diantar warga sekitar ke Puskesmas Sasi untuk menerima perawatan dari tim medis.
Sementara itu, Lurah Maubeli, Simon Kapitan menyebut pihaknya langsung mengeluarkan imbauan kepada warga usai kejadian itu.
Ia meminta warga untuk selalu waspada saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Simon juga meminta warga menyampaikan laporan jika ditemukan anjing liar di sekitar pemukiman warga.
Baca juga: Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara Minta Pemerintah Daerah Serius Tangani Rabies
Masyarakat juga diminta juga diimbau agar mengikat anjing peliharaannya di rumah masing-masing.
Hal ini bertujuan agar anjing tersebut tidak meresahkan pengguna jalan dan menyerang warga.
Ia kembali menegaskan bahwa, kasus rabies di Kabupaten TTU masih menjadi perhatian serius.
Oleh karena itu semua pihak khususnya warga Kelurahan Maubeli diharapkan patuh terhadap imbauan ini.
Pihak berwenang, lanjutnya, akan melakukan pemantauan dan penertiban terhadap HPR.
Warga juga diminta untuk waspada dan segera melaporkan kejadian serupa kepada petugas. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.