Berita Timor Tengah Utara
Warga Desa Haumeni Ana Timor Tengah Utara Minta Pemerintah Buka Kembali Pasar Perbatasan
Pasar yang terletak di Perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse ini ditutup pada tahun 2021 lalu ketika Pandemi Covid-19 melanda Negara Indonesia.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Raymundus Oki meminta agar Pasar Perbatasan yang terletak di wilayah tersebut di buka. Pasar perbatasan ini terletak tidak jauh dari Pos Perbatasan TNI dan Pos Polisi Haumeni Ana.
Pasar yang terletak di Perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse ini ditutup pada tahun 2021 lalu ketika Pandemi Covid-19 melanda Negara Indonesia.
"Pasar perbatasan ini sudah tutup sekitar 2 atau tiga tahun ini karena Covid 19,"ujarnya, Minggu, 27 Oktober 2024.
Warga dari Negara Timor Leste, biasanya datang ke pasar tersebut untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Mereka bebas membeli barang-barang milik warga setempat. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, sebelum ditutup, pasar perbatasan ini merupakan satu-satunya sumber pendapatan masyarakat di sekitar wilayah perbatasan itu.
Mereka biasanya menjual hasil pertanian, peternakan dan hasil bumi lainnya kepada masyarakat dari Negara Timor Leste Distrik Oecusse.
Penutupan pasar perbatasan di Masa Pandemi Covid-19 sampai detik ini menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh pendapatan.
Hasil pertanian mereka terpaksa dijual ke pasar-pasar lain dengan harga murah.
Tidak hanya itu, tidak jarang barang dagangan masyarakat setempat tidak habis terjual. Pasalnya, mayoritas pembeli hasil pertanian dan peternakan warga setempat adalah masyarakat dari Negara Timor Leste.
"Jual ayam, jual barang-barang lain kami sudah setengah mati,"ungkap Raymundus.
Baca juga: Respon Pemberitaan Pos Kupang, BPBD Kerahkan Mobil Tangki Salurkan Air Bersih di Desa Haumeni Ana
Saat ini masyarakat sangat kesulitan memperoleh pendapatan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari akibat penutupan pasar perbatasan ini.
Akibat pendapatan yang minim, kata Raymundus, merek terpaksa menawarkan jasa membersihkan kebun milik warga lain untuk memperoleh pendapatan. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Raymundus-Oki.jpg)