Pilkada Sumba Barat Daya
Debat Perdana Pilkada SBD: Pasangan Ratu-Angga Paparkan Program Unggulan, One Village One Product
Pasangan Cabup-Cawabup SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka memaparkan program unggulannya, One Village 0ne Product.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya nomor urut 1, Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka memaparkan program unggulannya, One Village One Product. Program ini akan menjawab sejumlah persoalan yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya.
"Pertama-tama saya menyampaikan kondisi Sumba Barat Daya dari beberapa aspek. Yang pertama luas wilayah. Sumba Barat Daya dengan luas wilayah 1.445.32 kilometer persegi, terdiri dari 11 kecamatan dan 175 desa.
Kedua, jumlah penduduk sebanyak 322.072 jiwa sebagian besar berada di desa dan mata pencaharian dari sektor pertanian dan sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Sumba Barat Daya.
Ketiga, tingkat pengangguran terbuka pada angka 2,8 persen," ungkap Ratu Wulla dalam debat perdana yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (25/10/2024).
Menurut Ratu Wulla, angka kemiskinan Sumba Barat Daya berada pada angka 27,48 persen atau setara dengan 101.4 ribu jiwa masyarakat Sumba Barat Daya.
SBD, lanjut dia, mempunyai sektor unggulan di antaranya pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan. Sektor unggulan akan menjadi modal atau potensi yang akan digerakkan untuk kemajuan ekonomi Sumba Barat Daya ke depan.
Di sisi lain dia menuturkan, ada persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Sumba Barat Daya.
Pertama, persoalan pendidikan. Berdasarkan distribusi sekolah sudah cukup merata namun persoalannya pada jumlah tenaga pendidik yang belum memadai, fasilitas yang belum memadai, partisipasi peserta didik yang masih sangat rendah sehingga rata-rata lamanya anak menempuh pendidikan di Sumba Barat Daya di bawah angka provinsi yaitu sebesar 6,2 tahun. Fasilitas Dana BOS dan beasiswa sudah ada, namun belum dapat dinikmati secara merata.
Kedua, persoalan kesehatan. Angka stunting masih berada pada angka 37 persen, fasilitas kesehatan yang belum memadai, tenaga kesehatan juga belum cukup.
Ketiga, kesenjangan daerah tertinggal. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal 2020-2024, Kabupaten SBD adalah salah satu dari 13 daerah tertinggal di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tingkat kemiskinan dengan persentase sebesar 27,48 persen.
Rendahnya kualitas sumber daya manusia, rendahnya pertumbuhan ekonomi, perubahan iklim, ketahanan pangan dan penanganan bencana.
Baca juga: KPU Sumba Barat Daya Agendakan Debat Perdana Paslon Bupati dan Wakil Bupati 25 Oktober
Belum optimalnya pengembangan pariwisata, belum optimalnya tata kelola pemerintahan.
"Dengan melihat seluruh potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Sumba Barat Daya dan persoalan, seiring dengan perkembangan zaman serta berbagai masalah dan isu strategis yang bersifat dinamis dan skala lokal, regional, nasional hingga internasional, maka diperlukan percepatan pembangunan yang bersifat transformatif dan adaptif sehingga dalam menghadapi tantangan tersebut kami merumuskan perencanaan pembangunan lima tahun ke depan sebagai berikut, dengan visi "Terwujudnya Kabupaten Sumba Barat Daya Hebat yang Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, Berbudaya Menyongsong Indonesia Emas 2045," urainya.
Sementara misi yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan yakni pertama, membangun ekonomi berkelanjutan yaitu mengembangkan potensi ekonomi lokal, menciptakan lapangan pekerjaan yang meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Akan ada program One Village One Product," ujarnya.
Yang berikut, meningkatkan akses mutu pendidikan, memberikan layanan pendidikan yang adil, merata, berkualitas serta berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui program pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, memberdayakan masyarakat, membangun infrastruktur, melestarikan lingkungan hidup, meningkatkan pelayanan publik dengan program unggulan Membangun Desa Menata Kota menjadi program unggulan pasangan Ratu-Angga untuk menjadi solusi dari masalah-masalah tersebut.
"Program membangun desa dan menata kota yang sekaligus menjadi tagline dari pasangan Ratu-Angga merupakan formulasi yang sangat komperhensif dari berbagai arah kebijakan dan program pembangunan pemerintah lima tahun kedepan," tandasnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ratu-Ngadu-Bonnu-Wulla-dan-Dominikus-Alphawan-Rangga-Kaka_01.jpg)