Konflik Israel Hizbullah

Pembunuhan Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah: Puncak dari 20 Tahun Pelacakan Pakai Beragam Teknologi

Bersama AS, Israel memakai beragam teknologi dan taktik melacak Hassan Nasrallah. Salah satunya ”sonic boom” jet tempur.

Editor: Agustinus Sape
AFP/ATTA KENARE
Poster besar bergambar mendiang Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, terpasang di Beirut, Lebanon, Senin (30/9/2024). Nasrallah tewas dalam serangan Israel di Lebanon, Jumat 27/9/2024). 

Belum ada informasi apakah ada mata-mata Israel di lingkaran terdekat Nasrallah. Sementara ini, ada dugaan Israel memburunya dengan olah data digital.

Tidak mudah mencari sumber datanya. Nasrallah amat jarang menggunakan atau berdekatan dengan perangkat elektronik. Bahkan, pada awal 2024 ia memerintahkan seluruh kader dan pegawai Hizbullah tidak membawa ponsel.

Sebab, ponsel bisa dijadikan alat pelacak oleh lawan-lawan Hizbullah. Israel sejak lama punya mesin pelacak lawan dengan memanfaatkan data ponsel.

Data bisa dari hasil penyadapan. Bisa juga dari penyusupan. Israel punya teknologi untuk itu.

Sayangnya, perintah itu menyebabkan Hizbullah masuk perangkap yang disiapkan Israel bertahun-tahun. Hizbullah memakai penyeranta.

Ternyata, Israel setidaknya sudah tiga tahun menyiapkan penyeranta yang disisipkan peledak. Setidaknya 5.000 penyeranta itu diimpor ke Lebanon. Pada 17 September 2024, setidaknya 3.000 penyeranta meledak.

Nasrallah lolos dari teror itu. Israel masih punya alat lain. Unit 8200 sudah bertahun-tahun melacak Hizbullah dengan aneka perangkat dan teknologi.

Badan intelijen Israel yang fokus pada teknologi informatika itu sejak lama menyadap ponsel-ponsel di Lebanon, termasuk milik Hizbullah. Unit 8200 antara lain berbagi data itu dengan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS. Seperti Unit 8200, NSA juga fokus pada intelijen berbasis digital.

NSA dan berbagai lembaga intelijen serta militer AS antara lain memanfaatkan data Unit 8200 dalam pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani. Komandan Brigade Quds pada IRGC itu dilacak oleh Unit 8200 ketika berada di Suriah.

Data itu diserahkan ke AS. Tidak lama setelah menerima data itu, Washington memutuskan membunuh Soleimani di Irak.

Pelacakan Soleimani dan sejumlah orang lainnya menggunakan citra satelit. Israel juga secara rutin menerbangkan pesawat nirawak ke Lebanon, Suriah, Palestina, Irak, dan tentu saja Iran. Tujuannya terus merekam pergerakan para petinggi Hizbullah dan sekutunya.

Jejak suara

Meski demikian, tetap saja sulit melacak posisi pasti Nasrallah dan para petinggi Hizbullah serta sekutunya. Sebab, Nasrallah lebih sering berada di bawah tanah.

Pelacakan posisi terakhir Nasrallah sebelum pembunuhan itu diduga menggunakan sonic boom. Pada 19 September 2024, ada siaran langsung pidato Nasrallah. Berbagai televisi, radio, serta akun media sosial Lebanon menyiarkan pidato itu.

Kesamaan siaran itu bukan cuma pidato Nasrallah. Kesamaannya adalah suara ledakan secara berkala.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved