Konflik Israel Hizbullah

Pembunuhan Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah: Puncak dari 20 Tahun Pelacakan Pakai Beragam Teknologi

Bersama AS, Israel memakai beragam teknologi dan taktik melacak Hassan Nasrallah. Salah satunya ”sonic boom” jet tempur.

Editor: Agustinus Sape
AFP/ATTA KENARE
Poster besar bergambar mendiang Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, terpasang di Beirut, Lebanon, Senin (30/9/2024). Nasrallah tewas dalam serangan Israel di Lebanon, Jumat 27/9/2024). 

POS-KUPANG.COM - Pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah bukan cuma menggambarkan penyusupan Israel. Pembunuhan itu diduga hasil perpaduan olahan berbagai data. Termasuk waktu sonic boom terdengar di Beirut, Lebanon.

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem mengatakan, Hizbullah belum memilih pengganti Nasrallah. ”Kami akan segera memilih sekretaris jenderal Hizbullah, sesuai mekanisme,” ujarnya pada Senin (30/9/2024) di Beirut.

Merujuk pada laporanThe New York Times, Israel menggunakan setidaknya 80 bom untuk membunuh Nasrallah. Setiap bom berbobot 907 kilogram. Semua buatan Amerika Serikat.

Komandan Pangkalan Udara Hatzerim Brigadir Jenderal Amichai Levin menyebut bahwa Israel menjatuhkan puluhan bom dalam hitungan menit ke lokasi sasaran. ”Operasi tersebut sangat rumit dan direncanakan sejak lama,” kata Levin.

Bukan hanya Nasrallah yang menjadi korban serangan pada Jumat (27/9/2024) itu. Komandan Palagan Selatan Hizbullah Ali Karaki dan Wakil Komandan Operasi Garda Revolusi Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan juga tewas karena serangan itu.

Kantor berita Reuters melaporkan, pembunuhan itu ujung dari 20 tahun pelacakan. Sejak sebelum Perang 2006, Israel memburu Nasrallah dan para petinggi Hizbullah.

Pembatasan ketat

Tidak mudah melacak Nasrallah. Sejak Perang 2006, ia nyaris tidak pernah tampil di depan umum. Ia secara ketat membatasi jumlah orang yang boleh berdekatan dengannya.

Meski demikian, menurut Reuters, Israel bisa menyusup sampai ke pucuk Hizbullah. Mata-mata Israel bukan cuma melacak posisi Nasrallah dan para petinggi Hizbullah. Mereka juga melacak lokasi-lokasi penting bagi Hizbullah.

Dalam laporan The New York Times, Israel mengirimkan anggota pasukan khusus untuk tinggal di Lebanon dalam dua dekade terakhir. Mereka fokus melacak lokasi petinggi dan tempat penting Hizbullah.

Baca juga: PM Netanyahu Menyebut Israel Telah Selesaikan Masalah dengan Kematian Hassan Nasrallah

Israel juga diduga membujuk sejumlah orang di Lebanon untuk menjadi mata-mata mereka. Tindakan yang sudah lama dilakukan.

Pada 1997, Israel menggaet Mosab Hassan Yousef. Ia merupakan anak salah satu pendiri Hamas, Hassan Yousef.

Selama bertahun-tahun, Mosab memberikan informasi soal para petinggi Hamas ke Israel. Banyak petinggi Hamas dan pejuang Palestina ditangkap atau dibunuh Israel berdasar info dari Mosab.

Israel juga punya kaki tangan di Iran. Mereka antara lain membantu Israel melacak posisi mendiang Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas. Haniyeh tewas dalam serangan Israel ke Teheran pada 31 Juli 2024.

Data digital

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved