Rabu, 8 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 26 Agustus 2024, “Celakalah Kalian”

banyak orang hanya demi uang atau kepentingan kelompok mereka  atau agar kita dianggap sebagai orang yang saleh

Editor: Rosalina Woso
DOK. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Senin 26 Agustus 2024, “Celakalah Kalian” 

Oleh: Bruder Pio Hayon,SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Senin 26 Agustus 2024, “Celakalah Kalian”

Bacaan I:2Tes. 1:1-5.11b-12

Injil: Mat 23:13-22                                                                            

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua.Celakalah adalah salah satu ungkapan untuk menyatakan kesalahan pada orang atau klompok orang. Tekanan yang dilakukan dengan menggunakan ungkapan celaka itu punya dampak yang kuat bagi orang yang mendengar ungkapan ini.

Yang paling penting dalam ungkapan celakalah adalah  ungkapan yang  membuat orang  semakin sadar akan kesalahan yang telah dilakukannya karena itu satu kecaman keras yang ditujukan kepada siapa saja yang berpola tingkah laku munafik dalam hidup mereka.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari pertama di pekan ke XXI kita disuguhkan dengan  kisah Paulus dan Yesus dalam konteks mereka masing-masing. Paulus dalam  pengajarannya kepada jemaat di Tesalonika bahwa dia dan teman-teman perjalanan misinya selalu mengucap syukur kepada Allah karena umat yang mereka layani itu oleh karena iman mereka yang bertambah-tambah dan terlebih kasih yang ada di antara mereka dalam segala situasi baik penganiayaan maupun penindasan maka akan ada hasilnya: “Dengan demikian nama Yesus  Tuhan kita dimuliakan di dalam  kalian dan kalian di dalam Dia sesuai dengan kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.”

Bagi Paulus, tugas pelayanan yang telah dilaksanakan dan telah membawa berkat bagi umat yang dilayani inilah yang layak untuk disyukuri. 

Karena iman dan kasih telah tumbuh di antara umat memberi gambaran akan kasih karunia Allah yang  juga telah tumbuh  dalam hati umat beriman dan mereka dianggap layak di hadapan Allah. Itulah kemenangan terbesar seorang pewarta sabda. Dan itu bertolak belakang  dengan Yesus pada hari  ini.

Hari ini Yesus malah mengecam para ahli  Taurat dan orang Farisi akan cara hidup mereka yang sangat munafik di hadapan jemaat yang  mereka layani. Hidup mereka dipenuhi  dengan kemunafikan  dan  pura-pura hanya untuk mengalabui mata orang supaya mereka dianggap orang  yang hidupnya saleh padahal  di belakang layar mereka banyak memeras anak yatim piatu, janda dan  masyarakat kebanyakan untuk mendapatkan uang  dengan dalih-dalih aturan tambahan yang dibuat-buat hanya untuk kepentingan hidup dan perut mereka. Maka Yesus mengecam dengan ungkapan “celakalah kalian”.

Ungkapan celakalah ini terbaca dalam injil hari ini  ada 4 kali diucapkan Yesus dengan tiap tekanan masing-masing yang dikecam oleh Yesus.

Celaka yang pertama, Yesus mengecam mereka yang atas cara hidup mereka itu menutupi pintu Kerajaan Surga karena mereka sendiri tidak masuk  tapi merintangi orang lain untuk masuk dalam kerajaan surga.

Celaka yang kedua: Yesus mengecam ahli Taurat dan orang Farisi  karena mereka telah memeras para janda dan mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved