Senin, 13 April 2026

Tangis Pelayat Pecah di Pemakaman Yosefina Maria Mei

Tangis ribuan pelayat pecah saat Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT membawakan lagu Kau Rangkai Air Mataku

POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Suasana rumah duka saat upacara pemakaman Yosefina Maria Mey di Naimata 

POS-KUPANG.COM, KUPANG --  Tangis ribuan pelayat pecah saat Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT membawakan lagu Kau Rangkai Air Mataku dalam misa Requem Josefina Maria Mey, Kamis, 15 Agustus 2024.

Mereka membawakan lagu “Kau Rangkai Air Mataku”. Semua ASN yang tergabung dalam paduan suara tersebut berusaha menyelesaikan lagu sambil terisak-isak.

Feny Randa salah satu ASN Dispora yang tergabung dalam suara tersebut meneriakan ucapan selamat jalan.

“Selamat jalan Maria Mey, semoga Tuhan menerimamu di pintu surga,” raungnya disambut suara tangis keluarga dan kerabat yang hadir di pemakaman tersebut.

Meskipun terisak dan penuh tangis, lagu tersebut dibawakan dalam suasana haru hingga lagu berakhir dan ditutup dengan berkat oleh RD. Yustinus Efi. 

Sementara itu Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Citra Bangsa Kupang membawakan lagu penghiburan, berjudul “Tak Satupun” di acara pemakaman Josefina Maria Mey yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Agustus 2024 di rumah duka yang beralamat di Kelurahan Naimata, Kota Kupang.

Siswa-siswi ini merupakan teman-teman sekelas Yosua Solo, putra bungsu Maria Mey yang kini duduk di kelas IX SMP Citra Bangsa Kupang.

Mereka mengenakan baju berwarna hitam dipadukan dengan selendang tenun, yang dipakai di leher.

Lagu ini merupakan satu ungkapan hati sekaligus penghiburan dikarenakan Yosua Solo bersama kakaknya Rafly Solo sedang berduka atas kepergian ibu kandungnya, Josefina Maria Mey. 

Lagu ini disambut penuh haru oleh keluarga dan semua warga yang hadir pada misa penguburan. 

 

Hargai Martabat Hidup Manusia 

Romo Yasintus Efi memimpin misa penguburan Josefina Maria Mey di rumah duka yang beralamat di RT 10/RW 04 Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi NTT.

Pada khotbahnya Romo Sintus mengajak semua yang hadir pada misa pemakaman, untuk menghargai martabat hidup semua manusia.

“Situasi duka ini mengantar kita pada kisah pengalaman bersama ibu Josefina. Dia sungguh menaruh harapan, bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Pada peristiwa iman ini kita hendaknya menghargai martabat hidup manusia,” ujarnya Kamis, 15 Agustus 2024.

Ayah angkat sekaligus paman kandung almarhumah Maria Mey, Stefanus Wawo menyerahkan foto dan jenazah Maria Mey kepada Plt. Kadispora NTT, Karel Muskanan untuk dimakamkan secara kedinasan, Kamis 15 Agustus 2024.
Ayah angkat sekaligus paman kandung almarhumah Maria Mey, Stefanus Wawo menyerahkan foto dan jenazah Maria Mey kepada Plt. Kadispora NTT, Karel Muskanan untuk dimakamkan secara kedinasan, Kamis 15 Agustus 2024. (POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA)
Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved