Kamis, 28 Mei 2026

Berita Belu

Pemkab Belu Sambut Baik Budidaya Padi Gogo oleh BBPP Kupang

Robert Mali, mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang atas inisiatif melaksanakan program ini di Kabupaten Belu.

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pelatihan budidaya padi gogo diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, di lahan seluas 2 hektar milik SMK Cartintes di Asulun, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Rabu (7/8/2024). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu menyambut baik pelatihan budidaya padi gogo yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, di lahan seluas 2 hektar milik SMK Cartintes di Asulun, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Rabu (7/8/2024).

Pelatihan ini ditandai penanaman simbolis benih padi gogo yang dilakukan oleh Kepala BBPP Kupang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Kepala SMK Cartintes Atambua, Ketua Kelompok Catintes Jaya dan Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Belu

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Robert Mali, mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang atas inisiatif melaksanakan program ini di Kabupaten Belu.

"Kami berterima kasih atas upaya memberikan suatu inovasi baru kepada petani di sini, yaitu bagaimana mereka di dorong kembali untuk mengembangkan padi ladang atau gogo," kata Robert, Kamis 8 Agustus 2024.

Robert menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pompanisasi yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian dalam rangka memperluas areal tanam padi gogo

"Dengan kondisi El Nino yang terjadi, kita mengalami penurunan sekitar 18 persen dari target luas tanam nasional. Oleh karena itu, pada musim tanam kedua ini kita mengejar target dengan memanfaatkan sumber air melalui pompanisasi untuk mengairi lahan yang potensial," kata Robert. 

Baca juga: Galakkan Pertanian Organik, Kepala BBPP Kementan Kunjungi Kabupaten Belu

Ia menambahkan bahwa padi gogo tidak membutuhkan banyak air seperti padi sawah, sehingga teknologi pompanisasi ini diharapakan dapat mendorong petani untuk giat menanam padi gogo

"Setelah tanaman tumbuh, kita tidak perlu menyiram atau menggenangi lahan setiap hari," ujar Robert. 

Selain lokasi pelatihan ini, Robert mengungkapkan bahwa BBPP Kupang juga telah memilih Leuntolu sebagai salah satu lokasi tambahan, dimana lokasi pengolahan lahannya sudah selesai dan tinggal menunggu pengiriman pompa dan benih. 

Namun ia mengakui masih ada tantangan dalam pengendalian gulma pada lahan padi gogo. Salah satu tantangan berkaitan dengan gulma yang saat ini sudah tersedia herbisida selektif untuk mempermudah pengendalian gulma. (cr23)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved