Terorisme

Simpatisan Daulah Islamiyah Tersebar di Jawa, Tak Hanya di Batu Jawa Timur dan Solo Jawa Tengah

HOK disebut terafiliasi dengan kelompok Daulah Islamiyah. Ia bahkan disebut tengah merencanakan bom bunuh diri di sejumlah tempat ibadah di Malang.

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS/DEFRI WERDIONO
Personel dari Satuan Gegana Polri dengan senjata lengkap sudah tiba di lokasi penangkapan terduga teroris di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024). 

POS-KUPANG.COM, MALANG - Simpatisan kelompok Daulah Islamiyah ternyata tidak hanya terdapat di Batu Provinsi Jawa Timur. Pada saat yang bersamaan Densus 88 juga menangkap terduga teroris di Stasiun Solo Balapan Jawa Tengah. Disinyalir simpatisan Daulah Islamiyah tersebut di seluruh Pulau Jawa.   

Setelah kelompok Jamaah Islamiyah atau JI menyatakan bubar, ancaman teroris di Tanah Air tak lantas sirna. Penangkapan terhadap tersangka teroris berinisial HOK (19) oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Batu, Jawa Timur, Rabu (31/7/2024) malam, menunjukkan hal tersebut.

HOK disebut terafiliasi dengan kelompok Daulah Islamiyah. Ia bahkan disebut tengah merencanakan bom bunuh diri di sejumlah tempat ibadah di Malang.

Adakah kaitannya kelompok ini dengan JI? Siapa Daulah Islamiyah sebenarnya?

Pengamat terorisme Al Chaidar saat dihubungi, Kamis (1/8/2024), mengatakan, jaringan Daulah Islamiyah merupakan nama lain dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

”Jaringan ini afiliasinya ke ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah/NIIS). Daulah Islamiyah adalah ekstensi dari JAD, bukan pecahan JAD,” katanya.

Di Jawa, simpatisan Daulah Islamiyah tersebar di sejumlah daerah, antara lain di Malang, Banyuwangi, Sidoarjo, dan Klaten. Mereka biasanya berkomunikasi dan menyebarkan paham radikal melalui internet.

JAD merupakan kelompok teroris yang dibentuk Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman pada pertengahan 2014 di Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Sebelum mendirikan JAD, Aman sempat bergabung dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang dibentuk Abu Bakar Ba’asyir.

Fakta persidangan pembubaran JAD di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Juli 2018 mengungkapkan, Aman mendirikan JAD dengan tujuan membuat kekuatan jemaah di Indonesia melalui hijrah dan jihad sebagai pendukung Khilafah Islamiyah. Pembentukan JAD juga tidak terlepas dari berdirinya NIIS di Timur Tengah pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

Anggota JAD tercatat pernah melakukan sejumlah aksi teror dari pengeboman hingga penyerangan. Aksi tersebut di antaranya bom Thamrin, Jakarta (Januari 2016); bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur (November 2016); bom Kampung Melayu, Jakarta (Mei 2017); dan penyerangan terhadap Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Juni 2017).

JAD juga menjadikan pejabat negeri ini sebagai targetnya. Pertengahan Oktober 2019, misalnya, pihak aparat keamanan mengidentifikasi pelaku penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sebagai bagian dari JAD. Penyerangan itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Wiranto yang mengalami dua luka tusuk di bagian perut sebelah kiri lantas dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Terkait dengan lokasi penangkapan HOK di Batu, Jatim, menurut Al Chaidar, hal itu terkait dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dulu memang sudah ada di kota tersebut. Hal itu terbukti dari jejak teroris Azahari yang tewas saat digerebek di tempat persembunyiannya di Kelurahan Songgokerto, Batu. Dalam perjalanan waktu, banyak anggota JI yang kemudian berafiliasi ke NIIS.

”Penangkapan itu tidak kebetulan. Mereka dulunya masih satu jaringan. Sama seperti MIT (Mujahidin Indonesia Timur) di Poso, mereka dulunya anggota JI yang kemudian berafiliasi ke ISIS,” kata Al Chaidar.

Oleh karena itu, ia tidak heran ketika tersangka yang ditangkap tersebut sudah menyiapkan bahan-bahan kimia yang bisa diracik menjadi bom. Dengan dukungan jaringan, mereka mampu menyiapkan bahan yang diperlukan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved