Liputan Khusus

News Analysis Soal Rekrutmen Catar Polda NTT, Pengamat: Layak Digugat  

Jehamat mengatakan, pertama, harus diperiksa apakah benar selain 11 nama yang beredar itu tidak mampu?

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Lasarus Jehamat 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Akademisi dari Undana, Dr. Lasarus Jehamat, S.Sos., M.Si menyebut bahwa polemik seleksi Calon Taruna (Catar) Akpol Polda NTT tahun 2024 memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat.

"Menurut saya reaksi masyarakat NTT ini tidak berkaitan dengan persoalan etnis atau primordial. Berbicara hal ini mari kita lepas semua jaket primordial. Fenomena ini tidak ada kaitan dengan persoalan etnisitas atau primordial. Ini soal transparansi dan akuntabilitas," ungkap Jehamat.

Berkaitan dengan fenomena yang tengah ramai dibahas warganet di NTT tersebut, kata dia, akuntabilitas dan transparan dalam seleksi layak digugat dan didiskusikan serta dijawab dengan tuntas oleh panitia seleksi.

Baca juga: Lipsus - Soal Rekrutmen Catar Polda NTT, Dewan Minta Buka Identitas Calon Taruna

"Kalau benar transparan, apakah sungguh akuntabel? Dua hal yang berbeda ini, yang mesti dijawab dengan tuntas oleh teman-teman pansel casis.
Selain sebelas nama yang telah diumumkan tersebut, muncul pertanyaan apakah lainnya tidak mampu. Hal ini harus dijelaskan oleh panitia," kata dia.

Jehamat mengatakan, pertama, harus diperiksa apakah benar selain 11 nama yang beredar itu tidak mampu?

"Apa indikatornya? Panitia perlu menjelaskan itu secara terang benderang," tutur Jehamat.

Kedua, lanjut dia, hal tersebut sangat amat riskan terutama jika dihubungkan dengan variabel primordial. Itu berarti, nama casis mau tidak mau harus diperiksa. Yang digugat netizen ini sesungguhnya soal keadilan. Apakah benar manusia NTT itu tidak mampu?

"Saya tidak berpretensi, tetapi rasa keadilan publik layak didengarkan dan diakomodasi. Tugas panitia adalah menjelaskan ke publik alur dan mekanisme sejak awal pencalonan. Ini mesti dilakukan agar kasus ini tidak menjadi isu liar. (cr19)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved