Pilgub DKI Jakarta

Demokrat Dorong Heru Jadi Gubernur DKI Jakarta, Mujiyono: Tinggal Satu Langkah Lagi

Saat ini Partai Demokrat sedang mendorong Heru Budi Hartono untuk diusung menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DIDORONG – Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono kini didorong Partai Demokrat untuk menjadi gubernur definitip pada Pilgub DKI Jakarta 2024 ini. 

Namun, Demokrat Jakarta siap pasang badan untuk menghalau para netizen yang menyerang Heru di media sosial.

“Nah itu dia, artinya kekuatan di medsosnya kurang. Kalau kekuatan medsos serahkan ke Demokrat, jagoannya bos. Kami punya tim siber, kami punya tim medsos, kami bisa menutup kekurangan beliau,” terangnya.

Sementara itu di lingkungan internal, Demokrat Jakarta juga meramu nama-nama orang yang bisa diusung menjadi Bacagub Jakarta.

Salah satunya Wakil Sekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

Mujiyono tak menampik nama Jansen memang tidak begitu populer di masyarakat Jakarta.

Meski demikian, Jansen dianggap bisa mewakili kelompok minoritas misalnya suku Batak Kristen.

“Jansen juga punya karakter sendiri, sekali lagi dia minoritas kan? sekarang saya tanya batak kristen kemungkinan ke beliau kan? nah itu yang harus dipikirkan juga. Jadi mewakili kelompok minoritas,” tuturnya.

Tidak hanya itu, di media sosial nama Jansen juga cukup populer.

Tidak hanya di Twitter, tapi di media sosial lainnya di Instagram dan sebagainya.

"Dia (Jansen) punya kekuatan medsosnya bagus, Pj Heru punya birokrat yang tulen, jadi bisa dikombinasikan. Ya kalau sama-sama Jawa (sosok Cagub dan Cawagub), nanti (istilahnya) pakai sepatu kanan doang bos, sehingga harus yang lain,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat Jakarta menginginkan adanya kepala daerah dan wakil kepala daerah di wilayah setempat berdarah Jawa.

Kombinasi antara Jawa dengan suku asli Jakarta, yakni Betawi dianggap bisa menjadi kekuatan untuk memimpin Jakarta ke depan.

Ketua DPD Demokrat Jakarta Mujiyono menepis paradigma ini menjadi sesuatu hal yang rasis di masyarakat.

Dia menegaskan, untuk merebut kekuasaan harus dilakukan dengan cara-cara yang baik, dan diawali dengan pemetaan sebelum mengambil keputusan.

Kata dia, publik juga mengetahui bahwa Jakarta merupakan kota global, dan terdapat kemajemukan latar belakang orang di dalamnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved