Pilgub DKI Jakarta

Demokrat Dorong Heru Jadi Gubernur DKI Jakarta, Mujiyono: Tinggal Satu Langkah Lagi

Saat ini Partai Demokrat sedang mendorong Heru Budi Hartono untuk diusung menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DIDORONG – Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono kini didorong Partai Demokrat untuk menjadi gubernur definitip pada Pilgub DKI Jakarta 2024 ini. 

POS-KUPANG.COM – Saat ini Partai Demokrat sedang mendorong Heru Budi Hartono untuk diusung menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta. Jika ini diterima, berarti tinggal satu langkah lagi Heru akan menjadi Gubernur DKI Jakarta, naik kelas dari sebelumnya sebagai penjabat gubernur.

Untuk diketahui, Heru merupakan Penjabat Gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Anies Baswedan yang saat itu telah selesai mengemban tugas tersebut pada tahun 2022.

Saat ini Heru Budi Hartono masih berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia bertugas di Kementerian Sekretariat Presiden. Ia mendapat amanah tambahan menjadi Pj Gubernur dari langsung dari Presiden Jokowi.

Kepada awak media, Ketua DPD Demokrat Jakarta, Mujiyono mengatakan, bahwa pemimpin Jakarta ke depan harus memiliki dua prinsip dasar.

Pertama, hapuskan polarisasi. Kedua, tidak boleh ada fenomena bahwa pemimpin DKI Jakarta akan berlaga di pilpres, karena konsentrasinya nggak gak akan fokus melayani warga Jakarta.

“Kalau ditanya yang fokus siapa itu yang kelihatan sekarang adalah Pj Gubernur Heru,” kata Mujiyono yang dikutip pada Senin 1 Juli 2024.

Mujiyono menerangkan bahwa pihaknya mengusulkan Heru agar berani mengambil keputusan untuk menjadi Bacagub Jakarta.

Menurut Mujiyono, hal ini merupakan dari bagian penjajakan partai terhadap orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan menjadi Gubernur/Wakil Gubernur Jakarta.

“(Nama Heru) itu kan bagian dari usulan. Gubernur nya nanti yang ini (Heru Budi Hartono), Wakil Gubernur nya nanti yang ini (Wakil Sekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon) kan bisa aja. Jadi penjajakan akan kami lakukan," tutur Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta itu.

Menurut Mujiyono, nama Heru masuk radar Partai Demokrat karena ada unsur Jawa.

Dia menilai, penduduk Jakarta lebih didominasi suku Jawa, sehingga berpotensi untuk memenangkan kontestasi Pilkada DKI Jakarta mendatang.

Selain itu, selama ini Heru juga menjadi birokrat yang berorientasi kepada hasil.

Bahkan, Heru jarang memamerkan prestasinya kepada publik lewat media.

 “Selow saja dia, padahal banyak banget prestasinya, salah satunya tingkat inflasi DKI Jakarta yang jauh lebih rendah dibanding nasional. Nggak ada yang tahu kan? jadi banyak saya punya sederet prestasi beliau yang tidak siar,” jelasnya.

Mujiyono tak menampik, Heru memang kerap dikritik netizen di media sosial atas kebijakannya yang dianggap berseberangan dengan Gubernur sebelumnya, Anies Baswedan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved