Liputan Khusus
Lipsus - Bantu Cronbook untuk 100 SD di Sikka
Ia menjelaskan, bantuan Cronbook dari Pemerintah baru berjalan sekitar tiga sampai empat tahun ini namun kuota setiap tahun hanya 30-an sekolah
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sebanyak 200 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sikka masih menggunakan Hp android pinjaman saat mengikuti ujian asesmen sumatif akhir tahun berbasis android. Dari 334 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sikka, hanya ratusan lebih sekolah yang sudah memiliki Cronbook bantuan Pemerintah.
"Kalau sekolah yang masih menggunakan Hp android dan laptop pinjaman masih banyak, sekitar 200 sekolah," ujar Konstantinus Wihelmus, Pengawas Pendamping Sekolah Dasar Gugus Habiratin yang meliputi SDI Habiratin, SDN Tanah Merah dan SDI Natarita, Kamis (16/5).
Ia menjelaskan, bantuan Cronbook dari Pemerintah baru berjalan sekitar tiga sampai empat tahun ini namun kuota setiap tahun hanya 30-an sekolah yang mendapat bantuan tersebut.
Baca juga: Lipsus - Brigitha Sengsara Pinjam Hp Guru Ikut Ujian Online Berbasis Android
"Karena bantuan Cronbook ini baru berjalan sekitar 3-4 tahun tetapi kuota pertahunnya tidak terlalu banyak, paling tinggi 30-an sekolah setiap tahun,"ujarnya
Sehingga dari 334 Sekolah Dasar (SD) ini hanya setengahnya saja yang sudah mendapatkan bantuan Cronbook. "Dari 334 SD, yang sudah memiliki Cronbook baru 100 lebih sekolah, baru setengahnya yang sudah dapat," katanya
Kata dia, ke depannya secara bertahap Dinas PKO Kabupaten Sikka akan memberikan bantuan Cronbook dan tablet kepada sekolah yang masih menggunakan Hp android dan laptop pinjaman saat ujian online.
"Untuk ke depannya diupayakan secara bertahap dan pasti semua sekolah akan diberikan bantuan Cronbook dan tablet,"jelasnya.
Ia berharap kepada peserta didik agar tetap semangat mengikuti ujian meski menggunakan Hp android pinjaman sehingga pelaksanaan ujian asesmen sumatif akhir tahun berbasis android bisa berjalan dengan lancar, aman dan sukses.
Brigitha Pinjam Hp Guru
Sementara itu, Brigitha Sengsara (13) siswa Kelas VI (enam) Sekolah Dasar Inpres (SDI) Natarita di Desa Darat Gunung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka mengalami kendala saat mengikuti ujian asesmen sumatif akhir tahun berbasis android, Rabu (15/5).
Brigitha menuturkan, lima menit sebelum ujian berlangsung, HP android yang dipinjam dari kakanya itu tiba-tiba mati total. Ia pun berusaha untuk menghidupkan kembali namun tetap saja gagal. "Hp ini saya pinjam dari Kaka, namun rusak saat mau ujian dimulai," ujarnya
Kata dia, mengetahui Hp android tersebut tidak bisa dihidupkan, Ia lantas menginformasikan kepada pengawas sehingga Claus Audius Philipus, Guru PJOK di sekolah itu meminjamkan Hp agar Brigitha bisa mengikuti ujian tersebut.
Ia hanya berharap kepada pemerintah agar memperhatikan sarana dan prasarana di sekolah tersebut agar siswa bisa mengikuti ujian asesmen sumatif akhir tahun berbasis android dengan nyaman tanpa harus meminjam Hp seperti yang dialaminya.
Ternyata nasib Brigitha ini juga dialami teman-teman lainnya. Di sekolah tersebut ada 6 siswa Kelas VI SDI Natarita di Desa Darat Gunung, Kecamatan Talibura saat mengikuti ujian asesmen sumatif akhir tahun berbasis android.
Para siswa harus membawa Hp android dari rumah yang dipinjamkan dari keluarga dan tetangga dan para guru, sebab di sekolah tersebut tidak ada computer yang disiapkan sekolah atau pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Konstantinus-Wihelmus.jpg)