Opini Pos Kupang
Opini Andre Koreh: Sekali Lagi Tentang Pinjaman Daerah
Opini Andre Koreh mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Dinas PUPR NTT tentang pinjaman daerah
Begitu juga bukan pula karena kemampaun daerah untuk membayar cicilan sehingga tidak masalah, yang katanya “ hanya permainan “ akuntansi semata, tapi bagaimana akuntabilitas kegunaan pinjaman itu bisa memberi dampak signifikan pada peningkatan pendapatan rakyat dan Pendapatan Aseli Daerah? Disini penggunaan pinjaman itu kembali menjadi bermasalah.
Dengan demikian, pinjaman daerah memang tidak masalah tapi kebijakan penggunaannya bermasalah. Kemampuan membayar pinjaman juga tidak masalah, karena sudah mulai membayar cicilan di 2024 ini, walau hanya soal “ permainan akuntansi “ tapi tetap saja menggerus fiskal daerah. Artinya tetap juga bermasalah.
Walau hanya “ diatas kertas”, namun peruntukan membayar cicilan pinjaman untuk belanja modal yang tidak produktif, justru bermasalah dan sia sia, karena pasti mengorbankan belanja publik yang lain.
Untuk apa membiayai pembangunan jalan yang terus berisiko mengalami kerusakan dini, akibat pilihan konstruksi yang tidak stabil karena menggunakan konstruksi GO ? Untuk apa meminjam kalau manfaat pinjaman justru “ menguap “ ? Dan semua jalan yang di GO kan akan kembali menjadi nol kondisinya seperti sebelum dikerjakan ?
Untuk menutup GO yang sudah terlanjur berisiko rusak dini dengan lapis permukaan yang permanen dan kembali mantap , butuh biaya yang sangat besar pula. Dari mana lagi dananya ? Meminjam lagi ? Pada institusi mana lagi? ataukah Pemda NTT ingin menggunakan PAD yang terbatas untuk “menutup” kesalahan kebijakan ini dengan catatan tidak ada belanja publik lain yang perlu dibiayai selain hanya untuk memperbaiki jalan rusak akibat kesalahan kebijakan masa lalu? Bukankah ini masalah ikutan yang bakal Pemda NTT hadapi?
Kesimpulannya, mengatakan pinjaman daerah tidak masalah dan pinjaman daerah bukan hutang tapi hanya soal akuntansi semata apalagi Pemda NTT sudah mulai membayar cicilan tahunan, adalah pernyataan dengan kesalahan logika (logical fallacy) dan terkesan menggampangkan persoalan.
Bukankah lebih baik, mengatasi masalah tanpa masalah, seperti tag line Perum Pegadaian, daripada kita gadaikan daerah ini dengan warisan beragam masalah yang akan melahirkan banyak masalah baru?
*) - Ketua PII Wilayah NTT
- Dekan FT UCB Kupang
- Ketua PSJK UCB Kupang.
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Opini-Andre-Koreh-Sekali-Lagi-Tentang-Pinjaman-Daerah.jpg)