Kamis, 11 Juni 2026

Nasional Terkini

Maman Akui UMKM Terdampak Pelemahan Rupiah

pihaknya bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan terus melakukan mitigasi

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Menteri UMKM Maman Abdurahman dalam salah satu kunjungannya ke pasar tradisional 

 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) telah berdampak kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  

Menteri UMKM Maman Abdurrahman, mengatakan pihaknya bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan terus melakukan mitigasi untuk meredam dampak pelemahan rupiah ke pelaku usaha kecil.

"Terlepas dari apapun, kita juga harus mengakui bahwa tentunya ada impact di beberapa sektor-sektor tertentu terhadap UMKM kita," kata Maman di Jakarta, dikutip dari Kompas pada Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Rupiah Tambah Anjlok, Peluang Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Adapun UMKM yang terdampak pelemahan rupiah adalah usaha yang mengandalkan bahan baku impor seperti perajin tempe dan tahu.

Sekitar 95 persen kedelai nasional diketahui masih mengandalkan pasokan impor sehingga harganya terkerek naik seiring penurunan nilai rupiah.

"Karena memang ketergantungan kita terhadap bahan baku impor kedelai memang tinggi di situ," tutur Maman.

Menurut Maman, saat ini Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan sedang melakukan berbagai langkah terobosan guna menguatkan kembali nilai tukar rupiah.

Upaya itu menurutnya mulai menunjukkan hasil karena rupiah menguat beberapa poin dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5 persen. Ia menegaskan pemerintah tak akan tinggal diam menghadapi gejolak tersebut.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Hari ini Terpuruk ke Rp 17.400 Per Dollar AS, Ini Yang Dilakukan Bank Indonesia

"Artinya apa? Kalau dilihat dari sisi tren itu kita lihat nih perkembangan konsistensinya selama satu minggu ini," ujar Maman.

Diketahui, nilai tukar rupiah terus melemah selama beberapa waktu terakhir. Kemarin, rupiah melemah hingga tembus 18.170 per dollar AS.

Rabu pagi, rupiah menguat hingga Rp 17.908 per dollar AS. Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia atau bank sentral menaikkan suku bunga acuan (BI Rate sebanyak 25 basis poin menjadi 5,50 persen. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved