Berita Sikka

Berkeliaran, Dua Ekor Anjing di Madawat Sikka Ditembak Mati Petugas

Selain melakukan elimanasi selektif, Petugas gabungan ini pun menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap HPR

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ARNOLD WELIANTO
Dua ekor anjing yang masih berkeliaran ditembak mati petugas saat eliminasi selektif hewan penular rabies (HPR) di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis 25 April 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Dua ekor anjing yang masih berkeliaran ditembak mati petugas saat eliminasi selektif hewan penular rabies (HPR) di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis 25 April 2024

Pantauan POS-KUPANG.COM, Petugas gabungan yang terdiri linmas, Satpol PP dan TNI Polri menyisir permukiman warga untuk melakukan eliminasi selektif hewan penular rabies (HPR) di wilayah itu.

Selain melakukan elimanasi selektif, petugas gabungan ini pun menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap HPR dengan mengikat atau mengkandangkan dan merelakan HPR untuk divaksin petugas.

"Hari ini petugas menyisir wilayah ini untuk melakukan elimanasi selektif bagi HPR yang tidak diikat dan dikandangkan, dan sudah dua ekor sudah ditembak mati petugas," kata Kasat Pol PP dan Damkar Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha, Kamis 25 April 2024.

Kata dia, HPR yang sudah dieliminasi, kepala HPR tersebut harusnya dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan HPR tersebut sudah tertular rabies atau tidak.

Ia menambahkan, elimanasi selektif HPR ini pun akan terus digencarkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus rabies di Kabupaten Sikka pasalnya saat ini Pemkab Sikka sudah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies.

Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar, M.Tr.I.P atau biasa disapa Cherry Newar menjelaskan langkah tersebut untuk mengantisipasi bertambahnya korban jiwa akibat rabies. Masyarakat, pemerintah desa, linmas dan stakeholder lainnya kemudian mengeliminasi selektif anjing yang dicurigai terkena rabies.

Ia mengatakan operasi eliminasi selektif itu menyasar di sekitar lahan, pemukiman warga, dan kawasan yang dicurigai tempat persembunyian anjing. Ketika ditemukan, anjing langsung dieliminasi.

Selain mengeliminasi anjing yang masih berkeliaran, petugas juga menghimbau kepada masyarakat agar menertibkan hewan peliharaan (anjing) guna mencegah terjadinya gigitan. Jika tidak diikat, akan dilakukan eliminasi total. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved