Berita Belu

Direktur RSUD Atambua Diganti, Bupati Belu Ingatkan Kerja Maksimal

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) dipimpin oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, di Ruang Rapat Bupati Belu pada Senin (22/4). 

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-PROKOPIM BELU
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek SVD Atambua drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty diganti oleh dr. Theodorus Lusianus Mau Bere. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek SVD Atambua drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty diganti oleh dr. Theodorus Lusianus Mau Bere. 

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) dipimpin oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, di Ruang Rapat Bupati Belu pada Senin (22/4). 

Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus mengatakan pelaksanaan sertijab direktur rumah sakit tertunda karena alasan masih dilaksanakannya proses akreditasi rumah sakit. 

Di samping itu beberapa penyelesaian tugas yang menjadi beban tanggungjawab direktur untuk menyelesaikan.

“Serah terima jabatan kepada dr. Theo sebagai Plt. Direktur yang baru, bukan karena ada persoalan, tetapi ini menyangkut keberlangsungan, keterukuran, kecepatan dan ketepatan,” tegas Bupati Belu, dalam keterangan persnya melalui Prokopim Belu, Rabu 24 April 2024.

Bupati Belu mengingatkan agar pejabat yang baru dapat bekerja maksimal untuk kemajuan rumah sakit daerah. 

Ia menilai, dokter Theo adalah seorang dokter senior, yang dalam kesenioritasannya itu tidak dibimbing dan tidak ditempatkan pada posisi-posisi struktural untuk menjabat salah satu jabatan di instansi pemerintah.

“Ini menjadi penting, walaupun dokter Theo memiliki klinik dan bisa mengelola klinik, namun dalam mengelola rumah sakit pasti berbeda, karna rumah sakit ini padat modal, padat sumberdaya, padat masalah dan padat segalanya,” ungkap Bupati Belu.

Bupati Belu mengungkapkan, dokter Ansilla selaku Plt Direktur RSUD Atambua berulangkali menghadap agar posisinya digantikan oleh pejabat yang lain. 

Namun posisinya masih dipertahankannya, karena kebutuhan organisasi dan kinerjanya yang baik dalam mengelola rumah sakit.

“Saya titip pesan kepada dokter Theo, setelah serah terima jabatan ini langsung kerja dan langsung gas. Dokter Theo sudah lama bekerja di rumah sakit ini dan saya yakin dokter sudah tahu internalnya di rumah sakit umum. Itulah keuntungan bagi kita, karena masih punya sumber daya yang bagus-bagus,” ujar Bupati Belu.

Diakui Bupati Belu, untuk mengelola rumah sakit terakreditasi bintang lima paripurna seperti RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua, sangat dibutuhkan pengelola atau pemimpin yang handal.

Baca juga: Dokter Agus Taolin Resmi Mendaftar Sebagai Calon Bupati Belu di PSI

RSUD Atambua memerlukan orang yang tingkat ekspektasi atau presisi pekerjaan yang sudah bagus, supaya dia bisa terapkan seluruh yang dia sudah lakukan kepada kita dengan menurunkan sedikit standar 70 persen saja itu sudah cukup baik.

“Sebagai pengelola ada fleksibilitas dan ada kewenangan disitu yang dapat mengatur manejemennya supaya produktif, serta melihat aturan-aturan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Dokter Theo punya kelebihan dan kemampuan. Ibarat kita sudah kasih pisau, silakan gunakan pisau itu untuk memotong apa saja tanpa merusak, supaya rumah sakit ini jadi lebih baik,” tandas Bupati Belu, sembari mengingatkan agar Dokter Theo tinggalkan klinik dan bekerja secara maksimal untuk kemajuan RSUD Atambua.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved