Liputan Khusus
Lipsus - Aksi di Manggarai, Bupati Hery Nilai Nakes Tidak Loyal
Ditanya tentang permintaan maaf yang disampaikan para Nakes tersebut, Bupati Hery menegaskan saat ini masih dalam suasana liburan.
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Bupati Manggarai, Hery Nabit mengakui masalah yang menjadi tuntutan tenaga kesehatan (Nakes) itu bukan persoalan baru. Bahkan Pemerintah Kabupaten Manggarai sudah kerap kali memberikan penjelasan dan menindaklanjuti tuntutan tersebut sejak beberapa waktu lalu.
“Sejak tahun lalu kami berusaha sungguh-sungguh untuk mempertahankan keberadaan mereka, meski sebenarnya ada aturan yang membolehkan penghentian mereka. Bahkan hampir semua kabupaten di NTT sudah memberhentikan tenaga seperti itu. Tetapi Manggarai masih tetap mempertahankan,” ujar Hery kepada Pos Kupang, Minggu (14/4) terkait pemberhentian kontrak dari 249 orang tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Manggarai.
Baca juga: Bupati Manggarai Herybertus Nabit Pecat Ratusan Nakes, IAKMI NTT Sebut Sebuah Kekeliruan
Pemkab berpandangan tambahnya, keberadaan Nakes masih sangat dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas untuk memastikan tercapainya target-target pembangunan di bidang kesehatan di Kabupaten Manggarai. Di sisi lain, Pemkab tidak ingin angka pengangguran meningkat tajam yang akan berdampak pada banyak hal.
Dikatakan, kebijakan tersebut diharapkan akan diteruskan pada tahun 2024. Namun pada pertengahan Februari 2024, para Nakes secara bersama-sama menemui Pemkab yang diwakili Sekda Manggarai Fansi Jahang menyampaikan beberapa aspirasi.
“Ada yang segera ditangani, ada juga yang harus disampaikan ke Pemerintah pusat untuk ditangani karena memang merupakan kewenangan Pemerintah pusat. Intinya semua yang disampaikan sudah ditindaklanjuti,” jelasnya.
Lalu lanjutnya, pada tanggal 6 Maret 2024 dilakukan aksi demo dan masih menyuarakan tuntutan-tuntutan yang sama, yaitu menghimbau Pemkab untuk mengusulkan formasi sebanyak-banyaknya; untuk Nakes kategori tertentu, agar diangkat tanpa test; agar formasi PPPK disesuaikan dengan kebutuhan Puskesmas; agar Nakes kategori tertentu ditempatkan di Puskesmas asal; dalam seleksi PPPK agar memberikan prioritas kepada Nakes asal Kab. Manggarai; agar Dinkes membagikan Surat Perjanjian Kerja TA 2024; agar Nakes non-ASN diberikan upah sesuai UMR.
“Menurut saya ada beberapa aspirasi yang sudah disampaikan berulangkali dan sudah ditindaklanjuti. Ada yang juga tidak bisa ditindaklanjuti karena tidak masuk akal (memprioritaskan Nakes asal Kab. Manggarai); Ada yang memang sudah berulang kali disampaikan bahwa belum bisa dipenuhi karena keterbatasan angggaran (upah sesuai UMR). Intinya bahwa apa yang disampaikan pada saat demo di DPRD bukanlah hal baru,” ujarnya.
Oleh karena sudah berulang-ulang disampaikan lanjut Hery, maka timbul pertanyaan apa urgensinya melakukan itu lewat demo setelah berulang kali diberi penjelasan tentang hal yang sama?
“Saya mengartikan ada dua hal saja yaitu ketidakdisiplinan dan ketidakloyalan serta ketidakpercayaan kepada pimpinan daerah untuk meneruskan/menyelesaikan aspirasi yang ada. Kalo demikian, maka berarti perkenankan saya juga untuk menunjukkan ketidakpercayaan kepada mereka,” ujarnya.
Ditanya tentang permintaan maaf yang disampaikan para Nakes tersebut, Bupati Hery menegaskan saat ini masih dalam suasana liburan dan dirinya belum mendapat laporan detail mengenai hal ini. “ Jadi saya tidak bisa memberikan komentar lebih banyak,” jelasnya.
Menjawab Pos Kupang terkait gaji sebesar Rp 600 ribu yang dinilai sangat rendah, Bupati Hery menjelaskan, hal ini juga sudah dijelaskan kepada para Nakes karena kemampuan keuangan daerah yang terbatas. Walau demikian berbagai program yang ada di Puskesmas selalu diikuti oleh para nakes tersebut. Dari program-program itulah mereka mendapat tambahan penghasilan (honor, Red).
“Kalau dihitung tentu tidak hanya sebesar Rp 600 ribu tersebut. Tetapi kalau mau lebih tentu kami kesulitan karena keuangan daerah terbatas,” pungkasnya.
Berujung Minta Maaf
Seperti diketahui, 249 orang Nakes di Kabupaten Manggarai menggelar aksi unjuk raya pad 6 Maret 2024 lalu di Kantor DPRD kabupaten Manggarai. Mereka menuntut beberapa point kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-hery-nabit-jagokan-belanda.jpg)