Kabupaten Kupang Terkini
Poltekkes Kemenkes Kupang Dorong Komunitas Remaja Baumata Utara Peduli TB
masyarakat selama ini kurang mendapatkan informasi kesehatan dan akses terhadap layanan medis masih sangat terbatas
Ringkasan Berita:
- Permasalahan penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan
- Masyarakat selama ini kurang mendapatkan informasi kesehatan dan akses terhadap layanan medis masih sangat terbatas
- Poltekes Kemenkes Kupang mendorong pembentukan Komunitas Remaja Baumata Utara Peduli TB
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Permasalahan penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang mendapat perhatian serius dari masyarakat di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.
Pasalnya, masyarakat selama ini kurang mendapatkan informasi kesehatan dan akses terhadap layanan medis masih sangat terbatas.
Terhadap kondisi ini tim dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Kupang mendorong pembentukan Komunitas Remaja Baumata Utara Peduli TB.
Kader Posyandu Bunga Lontar Desa Baumata Utara, Novi Bangkole, bersama dua remaja putri, Penina Bangkole dan Yiska Olibu, membagikan cerita baik ini saat ditemui di Kampung Oeika, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Poltekkes Kemenkes Kupang Lakukan Pemeriksaan TB Paru Buat Warga Baumata Utara
Novi Bangkole menuturkan, selama ini masyarakat memang sangat membutuhkan informasi yang tepat mengenai cara penularan dan pencegahan TB Paru agar tidak muncul kekhawatiran yang keliru di lingkungan warga.
Sebagai kader, ia selalu memanfaatkan momentum posyandu untuk menyelipkan edukasi, baik bagi remaja maupun lansia, yang juga didukung oleh kehadiran tim kesehatan dari Puskesmas Baumata.
"Kami sangat bersyukur dan senang mendapat tambahan wawasan dari tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang. Kehadiran tim yang turun langsung ke desa sangat membantu membangun kesadaran dan kenyamanan psikologis warga dalam menghadapi penyakit ini," ujar Novi hangat.
Rasa antusias yang sama disampaikan oleh Penina Bangkole dan Yiska Olibu. Mereka merasa senang bisa terlibat dalam sosialisasi sekaligus mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis untuk deteksi dini TB Paru.
Baca juga: Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Penelitian Tuberkulosis di Oesapa
Bagi mereka, kegiatan di hari libur kuliah ini menjadi pengalaman yang sangat berharga.
"Saya senang sekali bisa ikut. Harapannya, kegiatan positif seperti ini bisa sering dilakukan pada hari libur agar semakin banyak remaja yang bisa bergabung, belajar bersama, dan saling mendukung," usul Penina.
Yiska Olibu menambahkan bahwa edukasi yang dibawakan langsung oleh sesama kaum muda terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Remaja, menurutnya, memiliki peran penting untuk menularkan energi positif dan informasi ini kepada teman sebaya.
"Karena yang membawakan materi adalah kakak-kakak mahasiswa yang juga masih muda, kami jadi cepat tangkap dan merasa nyaman tanpa ada rasa takut. Kalau bisa, kegiatan edukasi dan sharing seperti ini diadakan rutin dua atau tiga bulan sekali," pinta Yiska penuh semangat.
Apresiasi senada datang dari Sekretaris Desa Baumata Utara, Onismus Laktosi. Mewakili pemerintah desa, ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian Poltekkes Kemenkes Kupang yang telah menghadirkan program sosialisasi serta skrining TB terpadu melalui berbagai metode pemeriksaan.
"Kehadiran tim ini memberikan ketenangan bagi warga kami. Melalui edukasi ini, masyarakat menjadi lebih paham bahwa mencegah dan mendeteksi dini jauh lebih baik," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Warga-Desa-Baumata-Utara-Kecamatan-Taebenu-foto-bersama.jpg)