Breaking News

Prakiraan Cuaca

BMKG: Waspada! Bibit Siklon 96S di Laut Sawu Berpotensi Tinggi Jadi Siklon Tropis 48-72 Jam Kedepan

BMKG Ingatkan NTT Waspada! Bibit Siklon 96S di Laut Sawu Berpotensi Tinggi Jadi Siklon Tropis 48-72 Jam Kedepan

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/HO
POS-KUPANG.COM/ Ilustrasi hujan petir dan angin kencang dampak Siklon Tropis - BMKG Ingatkan Warga NTT Wasspada! Bibit Siklon 96S berpotensi tinggi jadi Siklon Tropis 48-72 Jam kedepan. 

POS-KUPANG.COM - BMKG kembali mengingatkan Warga NTT agar waspada terhadap Bibit Siklon 96S di Laut Sawu.

Pasalnya, dalam waktu 48-72 Jam atau pada Sabtu-Minggu, Bibit Siklon 96S di Laut Sawu berpotensi jadi Siklon Tropis.

Dampaknya, terjadi cuaca ekstrem di seluruh wilayah NTT seperti hujan petir dan angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek, Kamis 4 April 2024 mengatakan, Bibit Siklon Tropis 96S itu dalam 24-48 jam ke depan masih bergerak perlahan ke arah Selatan-Barat Daya.

Menurut Sti Nenotek, potensi menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam ke depan atau hari Jumat masih rendah, sementara 48-72 jam ke depan atau hari Sabtu-Minggu berada pada kategori sedang-tinggi.  

Baca juga: Peringatan Dini BMKG:Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 96S di Laut Sawu NTT,Berpotens Cuaca Ekstrem

Dikatakan Sti Nenotek, Bibit Siklon Tropis 96S yang bergerak dari utara NTT ke Laut Sawu,  menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin, sehingga meningkatkan curah hujan intensitas sedang hingga lebat bahkan ekstrem di wilayah NTT.

"Daerah pusaran angin masuk atau Sirkulasi Siklonik yang berada di sebelah Utara NTT atau Laut Flores telah meningkat menjadi Bibit Siklon Tropis 96S dan saat ini terpantau di Laut Sawu," kata Sti Nenotek.

Cuaca ekstrem di NTT, kata Sti Nenotek juga dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya aktivitas Gelombang Atmosfer yang melintasi wilayah NTT yakni Gelombang Equatorial Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO).  

"Lalu suhu muka laut di perairan NTT masih hangat serta didukung dengan kondisi atmosfer yang labil dan lembap mulai dari lapisan bawah hingga atas mempengaruhi pembentukan awan-awan konvektif yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem," ucap Sti Sti Nenotek.

Baca juga: NTT Waspada Cuaca Ekstrem hingga 11 April! BMKG Deteksi Kemunculan Bibit Siklon Baru di Laut Sawu

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem ini yang diprakirakan berlaku hingga 9 April mendatang. Sti mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kejadian bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Ia menyebut wilayah NTT juga berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sehingga ada potensi angin kencang berdurasi singkat, puting beliung, serta hujan secara sporadis dalam durasi singkat yang bersifat lokal.
"Namun perlu diwaspadai dampak lainnya seperti pohon tumbang dan sambaran petir," kata dia mengingatkan. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved