Berita Belu

Polres Belu Lakukan Pemantauan dan Monitoring di Sejumlah SPBU

Sebanyak tujuh SPBU yang dilakukan pemantauan oleh Satu Reskrim Belu yakni lima SPBU dalam kota yakni SPBU Fatubenao, Halifean, Umanen, Sesekoe

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Polres Belu melakukan pemantauan dan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Polres Belu melakukan pemantauan dan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya penyimpangan atau penyelewengan dalam penjualan BBM

Pemantauan tersebut dilakukan oleh Satuan Reskrim Polres Belu yang dipimpin oleh Kanit Tipidter Sat Reskrim, IPDA Mohammad Putra Dharma Laksana, S.Trk, anggota Sat Reskrim, atas perintah Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak.

Sebanyak tujuh SPBU yang dilakukan pemantauan oleh Satu Reskrim Belu yakni lima SPBU dalam kota yakni SPBU Fatubenao, Halifean, Umanen, Sesekoe, Fatukbot serta 2 (dua) SPBU di kecamatan Tasifeto Barat yakni SPBU Naresa dan SPBU Halilulik.

Kapolres Belu, AKBP Richo Simanjuntak dalam keterangan persnya mengatakan, kegiatan pengecekan di 7 SPBU tersebut bertujuan untuk menciptakan Harkamtibmas yang kondusif serta mencegah kecurangan serta mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi.

"Dari hasil pengecekan, di semua SPBU tidak ditemukan adanya praktik curang dalam penjualan BBM untuk masyarakat. Pompa nozzle dan mesin dispenser masih normal sesuai terra, serta BBM yang dikeluarkan sesuai dengan harga yang tertera" ujar Kapolres Belu, Minggu 31 Maret 2024.

Lanjut Kapolres Belu pengawasan akan terus dilakukan, untuk mencegah terjadinya praktik kecurangan.

"Kendati demikian, Kita akan terus melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap SPBU-SPBU yang ada di wilayah Kabupaten Belu. Selain memastikan tidak adanya pratik kecurangan yang dilakukan pihak SPBU, ini (sidak) guna mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi mengingat kabupaten Belu berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, yang tidak menutup kemungkinan BBM ditimbun lalu diselundupkan guna mencari keuntungan yang lebih besar," pungkasnya. (cr23)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved