Berita Alor

Jumat Agung di Paroki Yesus Gembala yang Baik Kalabahi Alor, Romo Andi Sampaikan Hal Mengampuni

Makna prosesi Jumat Agung menurut RD. Andi sapaan akrabnya, yakni tentang bagaimana Yesus mengampuni semua musuhnya sebelum wafat di salib.

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
Umat Katolik Paroki Yesus Gembala yang Baik Kalabahi mengikuti perayaan misa Jumat Agung, Jumat 29 Maret 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Ribuan umat Katolik Paroki Yesus Gembala yang Baik Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor mengikuti misa Jumat Agung. Perayaan tersebut dipimpin RD. Krisantus K. Luan, Pr. 

Makna prosesi Jumat Agung menurut RD. Andi sapaan akrabnya, yakni tentang bagaimana Yesus mengampuni semua musuhnya sebelum wafat di salib.

“Kematian Yesus telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. Kita membayangkan betapa beratnya perjuangan Yesus, menuju bukit Golgota. Namun Yesus tidak melawan. Ini adalah fakta historis pendirian dan kemuliaan Yesus,” ujarnya Jumat, 29 Maret 2024.

Lebih lanjut RD. Andi menuturkan meskipun ada penolakan, keputusasaan, dan bahkan ketidakpercayaan akan kehadiran Allah  tetapi dalam doanya Yesus tetap percaya bahwa Allah selalu ada untuk dirinya.

“Dibalik perjalanan kisah sengsara, Yesus juga menyukan pengampunan. Kita diajak untuk mengampuni. Coba kita mengingat kapan terakhir kali kita mengucapkan kata mengampuni bagi orang lain. Apakah pengampunan diucapkan dengan sungguh?,” tanya RD. Andi.

Memaafkan orang lain tambah RD. Andi bukanlah merupakan perkara mudah, apalagi jika dibiarkan selama bertahun-tahun. Namun lewat sengsara dan wafat umat diajak untuk salling mengampuni dan memaafkan.

“Kita berdoa semoga kematian dan wafat Tuhan Yesus, kembali memberikan inspirasi bagi kita semua. Kita perlu berbangga melalui salib dan keselematan, Yesus telah tiba dan ada bersama dengan kita. Selamat merenungkan Yesus wafat di Salib,” pungkasnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, umat mengikuti ibadah dengan khusyuk. Umat mengenakan pakian didominasi warna merah dan hitam.

Baca juga: Polres Alor Salurkan Bantuan Sembako Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Regina salah seorang umat mengatakan merah merupakan warna liturgi sedangkan hitam adalahaa kebiasaan di masyarakat.

“Hari ini Jumat Agung banyak umat pakai baju warna merah dan hitam. Menurut saya ini karena merah ini warna liturgi, sesuai dengan warna jubah pastor dan kalau kita lihat kain-kain yang menutupi  patung juga warna merah. Untuk warna hitam sendiri karena kita di masyrakat terbiasa kalau ada kedukaan, meninggal atau berkabung pakai pakian hitam,” imbuhnya. (cr19)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved