Paskah 2024
Misa Minggu Palma, Pastor Paroki St. Kristoforus Ba'a Ajak Umat Bangun Peradaban Kasih dengan Aksi
Yesus tidak datang ke dunia untuk menyerahkan hidupnya sendiri agar setiap orang dapat menikmati hidup itu di dalam kelimpahan.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
"Ketika Yesus masuk Kota Yerusalem, sebenarnya penantian Mesias yang berabad-abad itu dimaksud orang Israel itu adalah Mesias yang kebal kematian, memerangi musuh-musuh, menjadikan Israel negara adikuasa dan duduk sebagai raja yang berkuasa. Ini rujukan kelompok kedua," pungkas Romo Ardy.
Seruan Hosana Putera Daud, dikatakan Romo Ardy, tak lain yakni orang Israel meminta Mesias agar menolong mereka. Tapi kenyataan yang dihadapi, Mesias yang datang itu lemah lembut, pembawa damai, pembawa kerajaan Allah yang bertaburan kebenaran bukan pemimpin perang.
"Tema Paskah kali ini, tata kelola ekonomi ekologis. Apa yang memang mau dibangun di dalam peradaban kehidupan kita?" tanya Romo Ardy.
Sebagai murid Yesus yang ada di dalam kelompok pertama, Romo Ardy menganjurkan umat senantiasa menjadi pelayan gereja. Dan aksi itu adalah orang-orang luar biasa yang membangun tata kelola ekonomi ekologis dengan bersendikan pelayanan kasih.
"Kita semua diharapkan membangun peradaban kasih dengan segala aksi.
Lalu aksi yang nyata, kita melihat sesama sebagai orang yang senantiasa mengharapkan bantuan Allah lewat sesamanya," ajak Romo Ardy.
Dia menuturkan, Yesus tidak datang ke dunia untuk menyerahkan hidupnya sendiri agar setiap orang dapat menikmati hidup itu di dalam kelimpahan.
"Tanda kerajaan yang ditegakan oleh Yesus, bukanlah kekerasan, melainkan kasih yang mewujud dalam pelayanan yang menghidupkan. Itulah kerajaan Allah yang berpedomankan pada kebenaran, memancarkan kesucian dan rahmat, kerajaan yang berkelimpahan aliran cinta kasih dan perdamaian," terang Romo Ardy.
Sebagai murid Yesus, Romo berpesan, kiranya umat senantiasa taat menyerahkan diri seutuhnya kepada bimbingan Tuhan. Maka, tidak ada satu orang pun yang merasa bahwa dia hanya sekedar orang Katolik tapi harus bergiat menjadi orang Katolik.
"Kita berada di dalam rencana Allah dan kita selalu bersedia di saat Tuhan memerlukan kita. Maka, tidak ada satu orang pun yang mengatakan 'tidak' atas undangan Tuhan," tutup Romo Ardy.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.