Pilkada 2024

Bupati-Wabup Sejumlah Daerah di NTT Pecah Kongsi, Akan Saling Melawan di Pilkada 2024

Beberapa pasangan bupati-wakil bupati bahkan sudah terang-terangan menyatakan sikap untuk saling "berperang" pada Pilkada 2024 nanti. 

|
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi pecah kongsi kepala daerah pada Pilkada 2024 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sejumlah pasangan kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) "pecah kongsi" menyongsong pemilihan kepala daerah tahun 2024 atau Pilkada 2024. Adapun Pilkada akan digelar pada November 2024.

Beberapa pasangan bupati-wakil bupati bahkan sudah terang-terangan menyatakan sikap untuk saling "berperang" pada Pilkada 2024 nanti. 

Tiga diantaranya yang telah menyatakan diri secara terbuka adalah Wakil Bupati Ende Erik Rede, Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Eusabius Binsasi dan Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin alias Kim Taolin. 

Mereka telah menyatakan akan maju menjadi calon bupati (Cabup) dan tidak lagi melanjutkan estafet paket kepemimpinan yang telah berjalan pada periode sebelumnya. 

Kim Taolin Maju Cabup

Kim Taolin yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Malaka mantapkan niat untuk maju sebagai calon Bupati pada Pilkada 2024 dari PKB. 

"Saya pasti maju calon bupati Malaka karena perintah partai. Sehingga isu terkait saya maju calon bupati Malaka tentu itu benar," sebut Kim Taolin kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 15 Maret 2024. 

Ia memastikan tidak akan mendampingi Simon Nahak sebagai calon wakil bupati pada periode selanjutnya.   

"Saya memilih maju sebagai calon bupati karena sekali lagi ini perintah partai yang tidak bisa ditolak. Tujuan besar maju sendiri pun bukan karena persoalan kekuasaan tapi karena mengenai kesejahteraan rakyat pada umumnya," ucap Kim Taolin. 

Sementara itu, jauh hari sebelumnya, Bupati Dr. Simon Nahak, SH., MH telah menyatakan akan maju kembali pada periode ke-2 di Pilkada Malaka. 

"Pernyataan sikap saya untuk maju 2 periode pada Pilkada 2024 mendatang tersebut adalah benar," tegas Simon kepada Pos Kupang, 25 April 2023 lalu. 

"Selain itu ada desakan dari keluarga kandungnya untuk tetap maju periode kedua pada Pilkada 2024 mendatang. Informasi ini sekaligus menepis isu-isu tidak benar yang ada di luar sana," ucapnya. 

Ia juga tidak menyebut secara gamblang bahwa akan melanjutkan Paket SN-KT jilid 2.

"Saat ini pemerintahan SN-KT masih berjalan akan tetapi setelahnya kita pasti melihat dinamika poltiknya sebab politik itu dinamis bisa berubah kapan saja," jelasnya. 

Erik Rede Gandeng Awaludin

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved